by

Tidak Berdampak Bagi Kesejahteraan, Melkisedek Tuhehay Ungkap Proyek Di SBB Tidak Miliki Perencanaan Dan Assessmen

-Ragam-88 views

PIRU,N25NEWS.com – Aggota DPRD SBB, Melkisedek Tuhehay menyoroti sejumlah proyek di Kabupaten SBB yang dilaksanakan tidak didasari oleh perencanaan, penelitian dan Asesmen secara benar, sehingga menghasilkan proyek yang mubasir dan hanya terkesan buang – buang anggaran karena tidak relevan bagi kepentingan kesejahteraan rakyat dan bagi kemajuan Daerah.

” Setelah Beta melakukan penelusuran, ternyata persoalan ini adalah karena ada kesalahan pada perancanaan, karena amburadulnya pembangunan dalam mendorong sektor ekonomi ditengah- tengah Masyarakat ini, baik itu dalam mendorong sektor Perdagangan,UMKM, sektor pertanian, perikanan dan sektor pariwisata yang harusnya itu bisa meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah itu tidak pernah melakukan asesmen dan penelitian.” urai Tuhehay. saat dikonfirmasi media ini di Piru, pada Sabtu, (28/8/2021).

Anggota DPRD dari Fraksi PDIP menandaskan,, proyek Taman Kota atau Land Mark di kota Piru tidak didasari oleh asesmen dan penelitian yang benar, sehingga pengerjaanya tertunda karena lokasi taman kota atau Landmark kota Piru itu masuk ke hutan baku yang dilindungi.

Selain itu,proyek tersebut dinilai tidak tepat sasaran, pasalnya dalam kondisi wabah Covid ini , Pemda SBB butuh fokus pada pertanian, sektor perdagangan dan UMKM dalam rangka penguatan ekonomi Masyarakat.

Tuhahay mengungkapkan, sebetulnya sebelum melakukan perencanaan program , sudah harusnya dilakukan asesmen dan penelitian, sehingga bisa membedakan antara kebutuhan yang harus segera dieksekusi dan mana bisa ditunda.

“Artinya mana yang prioritas dan mana yang bukan prioritas dulu”. cetusnya.

Tuhahay mengatakan, ada dua hal yang harus jadi prioritas Pemda SBB dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat dan kemajuan Daerah yakni Peningkatan kesejahteraan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sehingga bisa mengakomodir seluruh kepentingan- kepentingan Masyarakat.
Karena persoalan- persoalan ini,

Tuhehay mengusukan kepada PLT Bupati SBB, Timotius Akerina SE MM, untuk mengevaluasi perencanaan dari Proyek- Proyek di OPD SBB, baik itu Dinas, PU, Pariwisata, Pertanian, Perdagangan dan Industri,pasalnya hari ini ada Pedangang Kuliner yang masih teriak soal Perhatian Pemda terhadap fasilitas lapak dan penerangan bagi usahanya.

” Yang jadi pertanyaan adalah proyek lampu jalan yang dikerjakan kemarin itu, letak nilai tambahnya bagi Pembangunan dimana?, karena belum bisa mengakomodir kepentingan Masyarakat” cetusnya.

Selain itu, Tuhehay menyoroti Lokasi – lokasi wisata yang potensial juga tidak dikelola dengan baik, malahan anggaran dikucurkan untuk lokasi wisata yang tidak mendatangkan pendapatan bagi Daerah, seperti pembangunan lokasi wisata Pantai Redi di Dusun Waimeteng Pantai yang sudah menelan anggaran milyaran rupiah, tetapi tidak menghasilkan dampak yang signifikan bagi perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten SBB.
“Inikan karena perencanaan yang amburadul”singkatnya ( Nicko Kastanja)

Comment

Direkomendasi