by

Terkait DAK Komite Tidak dilibatkan, Kepsek SD Kristen Waisamu Lakukan Pembohongan Publik

-Hukrim, Ragam-1,002 views

WAISAMU,N25NEWS.COM -Pelaksanaan Proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus(DAK) APBN Tahun 2019 di bidang Pendidikan, disinyalir rawan diselewengkan oleh oknum-oknum di Kabupaten/Kota.

Seperti yang dilakukan oleh Penerima Dana Dana Alokasi Khusus (DAK) SD Kristen Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB, Dimana Kepala sekolah yang bernama, Ny J Taniwel itu dalam melakukan pengerjaan Proyek DAK tidak berkoordinasi sama sekali dengan pihak komite sekolah.

Sebelumnya, saat disambangi oleh media ini di kediamannya di Kairatu, pada Jumat, (8/11/2019) Ny Taniwel mengaku bahwa, saat melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten SBB untuk sosialisasi DAK di Hotel Amboina ,Ia bersama Komite sekolah dengan pihak sekolah mengikuti kegiatan itu.

Anehnya, saat Ketua Komite Sekolah SD Kristen Waisamu, Abraham Tetehuka yang ditemui media ini di kediamannya, Waesamu Kamis, (14/11/2019), Tetehuka menyatakan, sejak awal dirinya tidak dilibatkan dalam pekerjaan Dana DAK tersebut.

“Ketika Dong melaksanakan awal-awalnya, mulai pertemuan dolo, Dong seng pernah undang Beta, dan setelah Proyeknya dikerjakan Beta seng pernah dilibatkan, jadi sampai saat ini Beta seng tau perkembangan dari Proyek itu bagaimana” Jabar Tetehuka kecewa.

Bahkan menurut Tetehuka, saat warga Waisamu menanyakan persoalan Pengerjaan DAK di sekolah tersebut, dirinya tidak tahu menahu soal pekerjaan tersebut, karena tidak ada koordinasi pihak sekolah dengan komite sekolah.

Padahal, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 5 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010, disebutkan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMP, dan rehabilitasi ruang kelas (RRK) SMP. * Lampiran 1, II, C, 7 menentukan: “DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 diberikan secara langsung dalam bentuk hibah kepada satuan pendidikan (SD/SDLB dan SMP) dan dilaksanakan secara swakelola, dengan melibatkan Komite Sekolah dan partisipasi masyarakat di sekitar sekolah sebagai bagian integral dari sistem manajemen berbasis sekolah (MBS).

Tetehuka menambahkan, saat pengerjaan bangunan WC sekolah tersebut, terjadi masalah dengan pihak tetangga rumah dari sekolah itu, karena letaknya yang berdekatan dengan sumur air minum warga, yang hanya terpaut 15 M.

Ketua komite sekolah ini mensiyalir, pekerjaan Proyek DAK di sekolah tersebut adalah kerjasama Kepala Sekolah,Ny J Taniwel dengan Wakil Kepala Sekolah,Pak Lilipory karena menurutnya Kepsek Ny J Taniwel sudah memasuki masa menjelang pensiun, sehingga yang aktif bekerja hanya Wakasek Lilipory.

Hanya yang disayangkan Tetehuka adalah, pengangkatan Lilipory sebagai PLT Kepsek tidak dilakukan melalui mekanisme rapat dan melibatkan komite sekolah, ” Saya sendiri tidak tahu, Kok tiba-tiba Dia (Lilipory) yang ambil alih Kepala Sekolah tanpa melalui Rapat” Heran Tetehuka.
Bahkan yang lebih ganjil lagi, pengerjaan Proyek DAK di sekolah tersebut dilakukan tanpa dibuat papan pengumuman Proyek.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi