by

Sidang Penembakan Digelar Di Lokasi Kejadian, Pelaku Mervin Malihute Akui Dirinya Yang Menembak Warahuwena, Bukan Elisa Marayate

-Hukrim-986 views

SOUHUWE,N25NEWS.com -Sidang Kasus bentrokan antar warga Desa Souhuwe, Kecamatan Taniwel Timur yangberujung pada penembakan, akhirnya dilanjutkan secara on the spot dilokasi kejadian.padaSenin (16/11/2020).

Dalam sidang awal yang berlangsung di ruang sidang utama PN Dataran Hunipopu, jalan arteri , Kota Piru dipimpin oleh Hakim Ketua , Johanis Dairo Mallo SH MH.
Dalam sidang yang mengagendakan mendengar keterangan terdakwa itu, menghadirkan terdakwa, Elisa Joshua Marayate( 20), dalam keterangannya terdakwa menolak disebut sebagai pelaku penembakan terhadap korban Agus Warahuwena.

Dalam keterangannya, terdakwa menceritakan pada saat kejadian tersebut, awalnya Ia berada di depan rumah om Oni, tetapi ketika massa yang bergerak dari arah laut,tersangka mendekati Mereka di rumah pak Yacobis, tetapi Terdakwa Elisa kembali menghindar ke rumah Alfaris karena dilempari oleh massa tersebut.

Terdakwa baru mengetahui bahwa ada korban penembakan dengan senapan angin, setelah dirinya berada di rumahnya, bahkan kaget setelah dirinya dituding menjadi pelaku penembakan tersebut, tetapi terdakwa tidak mengetahui siapa yang menyebarkan informasi tersebut.
Dalam sidang itu juga, terdakwa mengaku telah saat kejadian itu mengenakan baju berwarna putih dan kombinasi abu -abu dan celana merah.

Sidang kemudian diskors dan dilanjutkan dilokasi kejadian di Desa Souhuwe, Kecamatan Taniwel Timur, sidang yang berlangsung dilokasi kejadian itu, menyita perhatian Masyarakat Desa Souhuwe , Mereka bergerombol memenuhi tepi jalan utama Trans Seram yang melewati desa itu.
Jalannya Sidang Di Souhuwe
Pada adengan pertama, korban Agus Warahuwena mengunjungi Bapak Tenny yang rumahnya tidak jauh dari lokasi bentrokan, tetapi saat Warahuwena melihat ke samping, dirinya melihat terdakwa Elisa Joshua Marayate sedang menembaki dirinya, saat itu posisi Elisa berada di celah antara sebuah rumah dan pondok.

Adengan kedua adalah, saksi Fenska Mariwane yang melihat pelaku membawa senapan angin setelah menembak korban, adengan selanjutnya adalah adengan pelaku Elisa bersama dua temannya, Fransisco Titin dan Merdian Marayate sedang berkumpul usai kejadian.

Adengan seterusnya menghadirkan saksi, Mervin Malihute yang mengaku sebagai pelaku penembakan sebenarnya, dalam adengan tersebut Malihute yang melihat aksi baku lempar tersebut, pulang membawa senapan angin miliknya, awalnya Dia mengincar seseorang yang bernama Daniel, tetapi tiba- tiba ada lemparan batu dari belakang rumah yang sempat mengena lutut Malihute.

Karena itu, Malihute langsung mengintai dari celah antara rumah dan pondok, disaat itu Ia melihat korban, Agus Warahuwena sedang tunduk bersembunyi di belakang pohon pisang sambil memungut batu, karena itu Malihute langsung membidik dan mengenai punggung korban , setelah itu, Malihute keluar dan berteriak “hu mampos”.

Pada adengan terakhir, saat Malihute keluar ke jalan seusai menembak korban Agus Warahuwena, Ia langsung ditahan oleh,Joko Maimina dan Musa Raliu yang kemudian menyita senapan angin tersebut, senapan angin itu kembali kemudian diamankan oleh Musa Raliu.

Pelaku , Mervin Malihute, sebelumnya sudah mengakui bahwa dirinya adalah pelaku penembakan terhadap korban, Agus Warahuwena bahwa dirinya yang melakukan penembakan terhadap Agus Warahuwena bahkan dirinya sudah pernah memberikan kesaksian di Persidangan karena itu Terdakwa Elisa Joshua Marayate bukan pelakunya.

Malihute menandaskan dirinya sudah siap menerima konsekuensi dan diproses dengan menjalani hukuman, karena yang menjadi pelaku penembakan tersebut adalah dirinya, dan pernyataannya ini adalah murni dari dirinya sendiri bukan paksaan dari pihak lain.
Penulis : Nicko Kastanja
Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi