by

Siap Tinjau Lokasi Banjir, DPRD SBB Ingin Masalah Banjir Langganan Di Buano Utara Dituntaskan Permanen

-Ragam-452 views

PIRU,N25NEWS.com – Menyikapi penanganan darurat yang dilakukan oleh Pemda SBB, terhadap bencana banjir langganan yang mengepung beberapa lokasi pemukiman penduduk di Buano Utara, sejumlah anggota legislatif SBB menyatakan pandangannya.

Melkianus Tuhehay, anggota DPRD dari Fraksi PDIP menyatakan, rentannya kabupaten SBB terhadap bencana alam, mengharuskan Pemda dan DPRD mengalokasikan dana khusus untuk penanganan Bencana Alam.

Tuhehay juga mengapresiasi langkah penanganan darurat yang telah dilakukan oleh Pemda SBB, termasuk perhatian Pemda saat Bencana Gempa Bumi bermagnitudo 6,5 SR yang melanda bumi saka mese Nusa pada tahun lalu.

“Sekedar turun dan mendatangi Rakyat yang tertimpa bencana, saja sudah mengangkat moral dan psikologis rakyat sehingga Mereka bisa terhibur, itu saja sudah berimplikasi positif pada Rakyat” cetusnya.

Anggota legislatif asal PDIP ini juga, meminta Pemda untuk jemput bola terkait bantuan Penanganan Bencana kepada Pemerintah Pusat mengingat Porsi APBD SBB yang begitu kecil.
.
Tuhehay juga menyarankan DPRD SBB, untuk turun langsung ke lokasi bencana, sehingga dapat melihat secara langsung dan detail kondisi wilayah yang terkepung banjir itu, supaya bisa mencari solusi yang tepat untuk penanganannya.

Sementara anggota DPRD SBB, Julius Marits Hans Rutasouw, meski mengapresiasi tindakan penanganan darurat yang dilakukan oleh Pemda SBB, tetapi juga mengharapkan penanganan jangka panjang untuk musibah yang menjadi langganan setiap tahun itu.

Karena itu mantan ketua DPRD SBB ini, mengharapkan, adanya perencanaan secara tepat, sebelum diambil langkah penanganan secara permanen agar musibah tersebut tidak lagi berulang, sehingga tidak ada lagi persoalan baru.

Arif Pamana, anggota DPRD SBB fraksi PKB, menyatakan Pemda SBB jangan amnesia, pasalnya setelah telah terjadi pergantian periode kepemimpinan sebanyak tiga kali, tetapi masih saja belum ada penyelesaian yang permanen akibat musibah banjir di Buano Utara tersebut.

Pamana jua menyoroti, persoalan ganti rugi lahan senilai 700 juta di Dusun Huhua, Manipa yang belum dituntaskan oleh Pemda SBB.

Sebagai Anak daerah, Anggota DPRD SBB, Yudin Hitimala menyatakan ada dua alternatif yang harus dilakukan Pemda untuk menyelesaikan persoalan genangan air yang merendam pemukiman penduduk tersebut, yakni dibutuhkan pompa Alkon yang berkapasitas besar untuk menyedot air yang selanjutnya akan dibuang ke laut, yang kedua adalah melakukan pembongkaran terhadap rumah- rumah hunian yang berlokasi di titik serapan air.

Reporter : Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi