by

Proses Belajar SMAN3 SBB Tetap Berlangsung Mengunakan Metode Daring, Siswa Tak Punya Android ???

-Edukasi-399 views

PIRU,N25NEWS.com -Mengantisipasi sekolah diliburkan paska merebaknya ancaman virus Corona, (Covid-19), SMA Negeri 3 Seram Bagian Barat tetap menerapkan anjuran Pemerintah yakni Work Form House( WFH), dimana Guru dan Siswa tetap melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring menggunakan aplikasi yang telah diakui oleh Kementrian Pendidikan yaitu Quiper School.

Kepala Sekolah SMAN 3 SBB, Dra Thelma . F Haulussy yang ditemui disekolahnya, Jumat, (3/4/2020) menyatakan, meskipun sekolah tetap menerapkan belajar mengajar dari rumah dengan menggunakan aplikasi Quiper School, tetapi para guru yang juga memiliki Grup WA dengan sekolah mitra yang berada di Gorontalo, Jakarta serta daerah lainnya Mereka memiliki aplikasi belajar daring lainnya.

Karena itu, Haulussy menjelaskan proses pembelajaran setiap mata pelajaran, yakni Bahasa Jerman, Bahasa Inggris, PPKN, Ekonomi, Kimia dan mata pelajaran lainnya tetap berjalan dan setiap harinya para guru melaporkan hasil pembelajaran itu kepada dirinya, selaku penanggung jawab satuan pendidikan, setelah itu dan dirinya akan melapor kepada Kepala Bagian Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan SBB.

Haulussy mengungkapkan, salah satu kendala terbesar dari metode pembelajaran lewat daring adalah ada Anak yang tidak memiliki HP android tidak bisa melakukan pembelajaran tersebut, selain itu Mereka tidak tinggal di lokasi yang berdekatan dengan guru-guru Mereka sehingga Mereka tidak terpantau setiap hari.

Kendala lain dalam pembelajaran daring ini, Menurut mantan Wakasek SMA 1 Kairatu ini, saat pembelajaran daring ada juga Guru yang ingin kurikulumnya tercapai lewat sistem ini, padahal lewat anjuran Menteri Pendidikan bahwa anak yang belajar itu tidak boleh dibebani, pasalnya suatu saat dirinya mendapati ada guru yang memberikan ulangan harian lewat daring sehingga Guru tersebut ditegur.

Pemantauan terhadap metode belajar daring ini, juga terus dilakukan oleh kepala sekolah tersebut setiap hari, misalnya ada yang pertanyaannya “Apa pengaruh pandemi Corona terhadap ekonomi di Indonesia??”.

Disingung mengenai solusi bagi kendala siswa yang tidak memiliki HP Android, Haulussy menyatakan agak sulit untuk menyelesaikan persoalannya, pasalnya tempat tinggal para siswa tersebut jauh dari sekolah dan dari Para Guru.

Bahkan menurut Haulussy, ada siswa yang karena kerinduannya pada sekolah menyatakan bahwa, Di SBB tidak ada Warga yang terkena virus Corona sehingga sekolah harus tetap berjalan saja, tetapi dirinya menampik dan menyatakan libur sekolah adalah anjuran Nasional sehingga harus diikuti.

Dari data yang dihimpun, libur sekolah akibat ancaman Pandemi Corona mulai berlangsung dari Kamis,(12/3/2020) dan direncanakan sekolah akan masuk lagi pada Selasa, (21/4/2020).

Terkait Proses pembelajaran lewat daring, juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan SBB, Dr Sam Sangadji yang ditemui di Waimeteng Pante, Sabtu, (4/4/2020) menurutnya, setiap minggu pada hari Rabu, Ia melakukan pertemuan dengan para Kepala Sekolah di SBB untuk mengevaluasi Pembelajaran lewat daring tersebut lewat aplikasi Jitsi meet.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi