by

Prioritaskan Masyarakat Dampak Banjir Aman , Bupati SBB Sinyalir Penebangan Hutan Di Bukit Penyebab Banjir di Kilo Satu & Tanopol

Piru,N25NEWS.com -Hujan lebat melanda Kota Piru mulai dari Hari Selasa (8/9) hingga Jumat (11/9)menyebabkan banjir melanda dua lokasi di ibu kota Kabupaten SBB tersebut, yakni Kilo Satu dan Tanopol.

Curah hujan lebat menyebabkan aliran air dari perbukitan disekitar daerah tersebut menjadi deras dan membawa material pasir dan lumpur menggenangi pemukiman warga bahkan sebagian air meluber sampai ke jalanan.

Musibah banjir didua lokasi tersebut menjadi perhatian Pemda SBB, Bupati SBB, Drs Moh Yasin Payapo bersama rombongan telah dua kali meninjau lokasi banjir.

Saat ditemui di Kafe Bunda, Dusun Waimeteng, Kota Piru, usai melakukan.peninjauan keTanopol Sabtu, (12/9),Bupati SBB, Drs Moh Yasin Payapo M Pd menyatakan, langkah yang ditempuh Pemda SBB dalam mengatasi Bencana Banjir dan Longsor adalah emergency.

“Kita usahakan, sehingga Masyarakat yang tinggal di daerah banjir dan kena dampak langsung dari banjir itu harus aman,”cetusnya.

Selanjutnya menurut Payapo, pihaknya akan membenahi jalur- jalur aliran air, sehingga tidak mengancam rumah Masyarakat.

Payapo menandaskan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah, memerintahkan Kadis Kebersihan dan lingkungan Hidup SBB untuk melihat kawasan hutan diperbukitan, karena menurut laporan yang diterima banjir kali lebih besar dari yang dulu- dulu.

” Jadi Kita akan cek apa yang salah diatas, apakah banyak pohon- pohon ditebang, ditebang untuk kehidupan yakni untuk membuka lahan, nanti Kita ingatkan Mereka kembali untuk melakukan gerakan penghijauan” urai Bupati.

Bupati SBB mengungkapkan, yang terpenting dari penanganan darurat adalah, selokan- selokan.dibersihkan, kali- kali dinormalisasi.

Bupati SBB menambahkan, ditahun 2021 dirinya akan membangun akses jalan disepanjang aliran sungai yang bertujuan supaya ketika terjadi banjir atau longsoran dibantaran kali penanganannya bisa lebih cepat, dimana mobilisasi alat berat dapat dilakukan secepatnya.dan Masyarakat di lokasi bencana tidak terisolir.

Penulis :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi