by

Penurunan Oprit, Kepala BPJN Sebut Kerusakan Jembatan Waikaka Terparah

-Ragam-445 views

SBB,N25NEWS.COM – Kerusakan terparah pada Jembatan Waikaka yakni turunnya oprit dari Jembatan memang sudah diprediksi oleh Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara, Chris Lesmono saat melakukan peninjauan ke lokasi bencana.

Menurutnya, saat terjadi bencana yang merusakkan tiga jembatan di SBB yakni Wainari II, Waikaka dan Waikaputi dirinya pertama kali di kontak Kapolda Maluku, setelah itu Kadis PU SBB, Kepala Dinas PU Provinsi Maluku dan juga berdasarkan informasi dari Penilik-Penilik Balai Jalan yang berada di lapangan.”kan ada Penilik Kami ada dilapangan, yang bisa menginfokan setiap kejadian bencana,” imbuhnya.

Lasmono mengatakan, bencana ini adalah kejadian luar biasa dan meskipun bahwasanya bencana tidak dikehendaki tetapi karena curah hujan yang sangat tinggi menjadi penyebabnya.Ia kembali menegaskan dari ketiga Jembatan yang terimbas bencana di SBB, Waikaka yang paling parah karena terjadi penurunan oprit pada jembatan itu.

Ia menandaskan, Tim penyelesaian kerusakan Jembatan tim Perencana sudah turun full tim dan telah melakukan identifikasi kebutuhan-kebutuhan yang harus dilakukan, kemudian dari Pelaksana yakni SKPD terkait yang memiliki kewenangan atas ruas jalan ini disetahkan kepada Satuan Perangkat Daerah yang dikomandoi oleh Kadis PU Provinsi, “memang BKOnya disitu “cetus Lesmono.

Sementara terkait kunjungannya, Lesmono menandaskan kedatangannya adalah sesuai perintah Dirjen dimana setiap kali ada kondisi-kondisi khusus yaitu setiap kali ada peristiwa kebencanaan dirinya diminta untuk selalu ada di lapangan, sehingga dapat melihat kondisi secara riil yakni seperti apa problemnya, selain itu juga, mendampingi teman-teman yang melaksanakan pekerjaan di Lapangan “kami Bukan hanya memonitor dari Jauh saja, tetapi ada pendampingan” cetusnya.

Sementara berdasarkan pantauan media ini dilapangan,untuk perbaikan jembatan Waikaputih, sejumlah alat berat dan pekerja mulai dikerahkan untuk perbaikan Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Taniwel Timur, Taniwel dan Pusat Ibukota Kabupaten, Piru.

Infrastruktur yang menjadi penopang Perekonomian dua Kecamatan itu di kerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku dan Maluku Utara.

Jembatan yang direncanakan dibagun baru itu , tiang penyanggahnya tercabut akibat derasnya aliran sungai sehingga jembatan tersebut mengalami kemiringan, karena itu , Pelaksanaan pekerjaan saat ini yakni perbaikan pada bagian-bagian infrastruktur jembatan yang rusak, dan menormalisasi aliran sungai Waikaputih.

Ketua DPRD SBB , Julius Marits Rutasouw yang berada di lapangan saat perbaikan mengatakan, sesuai hasil koordinasi pihaknya dengan PPK Balai Pelaksana Jalan Nasional XVI Wilayah Maluku & Maluku Utara , pada Kamis (6/6), supaya dilakukan penanganan darurat paska banjir yang mengakibatkan musibah pada jembatan Waikaputi, maka Sabtu (8/6) sekitar pukul 13.00 WIT, proses perbaikan jembatan ini mulai terlaksana, “ya berdasarkarkan hasil koordinasi Saya dengan pihak PPK BPJN XVI, Kita bersama-sama dengan Kepala Balai dan PPK, Kami ada di lokasi memantau proses pelaksanaan pekerjaan ini”. jelas Rotasouw.

Sesungguhnya, sejak Kamis, (6/6) akan dilaksanakan penanganan darurat, mobilisasi peralatan berat seperti Excavator, Loader dan sejumlah bahan batangan kelapa dan bronjong untuk pembuatan jembatan darurat yang telah disiapkan di lokasi pekerjaan, namun karena kondisi banjir yang belum surut sehingga pekerja terkendala untuk melakukan aktivitas.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor :Redaksi

Comment

Direkomendasi