by

Pandemic Covid-19 Peluang Dan Tantangan Global Di Berbagai Bidang

-Ragam-574 views

 -Mario kakisina-

N25NEWS.com -Perlu di ketahui bahwa pendemi COVID-19 merupakan problem yang sangat menguncang dunia di ahkir- ahkir ini, berdasarkan data yang di dapat dari wold meters info jumlah kasus terkonfirmasi 7.458,921 orang, meningal 419,020 orang, kasus sembuh 3,778,218 orang sedangkan di Indonesia sendiri tercacat sampai sekarang kasus positif 34,316 orang, meningal 1,359 orang, 12,129 orang. Dengan angka yang melambung tinggi maka peran pemerintah juga di hrapkan semakin terfokus dalam penanganan lewat peran Gugus tugas dari tingkat pusat samapi kepada kubupaten/ kota.

Dampak dari pendemi COVID-19 akan mempengaruhi sejumlah aspek kehidupan masyarakat global di berbagai bidang antara lain:

Bidang ekonomi

yang dimana perlambatan ekonomi dunia serta penurunan sector swasta dan peningkatan angka kemiskinan yang melambung tinggi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menyebabkan intrnasional monetary fund (IMF) Memprediksi bahwa skala ekonomi dunia menurun sebesar 3% . di samping itu juga ASIAN DEPELOMENT BANK (ADB) Memprediksi juga bahwa pertumbuhan ekonomi di Negara asia tenggra akan jatuh hingga 1%. Penurunan pendapatan sector swasta akibat pendemi COVID-19 akan meimbulkan BUSINESS DISCRUPTION bagi sector swasta sehingga sector swasta akan kehilangan sebagian pendapatannya akibat kebijakan Negara dalam meghadapi pendemi COVID-19 ( Lockdown,Trevelban,pembatasan social) serta perubahan perilaku konsumen (offline to only shopping). Bila di cermati Sector yang terkena imbas akibat covid 19 yaitu penerbangan dan perhotelan. sedangkan Dampak pendemi covid pada Start –up dunia sebanyak 492 Start-up dari priode 11 maret -12 juny 2020 dengan jumlah PHK yang begitu banyak yaitu 6.,714 orang. Indoneisia sendiri jumlah start-up terkena imbas mecapai 5 start-up dengan jumlah karyawan yang di PHK 450 Orang, PHK terjadi dan terbesar di sector transportasi sebanyak 13.381 PHK di ikuti oleh sector perjalanan, retail keuangan, dan makanan.

Peningkatan jumlah penganguran dan angka kemikinan

Pendemi COVID-19 bukan hanya menyerang pada sector ekonomi saja akan tetapi berdampak juga pada penigkatan jumlah penganguran akibat PHK yang berpengaruh pada tingkat kemiskina. Internasional Labour organization (ILO) menyebutkan bahwa 1,6 miliar pekerja sector informal akan terkena dampak ekonomi, seperti kehilangan pendapatan bahkan juga kesempatan kerja yang berakibat pada pemenuhan akan konsumsi pangan yang berkurang, hal ini di sampaikan oleh World food programme (WFP) maka bisa di katakan bahwa ½ miliar orang atau 8% penduduk dunia berpotensi masuk dalam katagori masyarakat miskin berdasarkan hasil survey dari United Nations University world Institute for Development.

Bidang social

Di bidang social sendiri akan terjadi rasisme, xenophobia ( ketakutan akan orag asing), dan narrow nationalism ( nasionlisme sempit) disamping itu rasisme verbal di lakukan oleh kelompok- kelompok yang dianggap memiliki kaitan dengan lokasi awal COVID-19 contoh: masyarakat asia di Amerihka yang sering dianggap pembawa virus COVID-19. Peningkatan egosentrisme dan emosional masyarakat akibat perasaan takut dan frustasi akan COVID-19.yang mengakibatkan perebutan akan tisu toilet di pusat perbelajaan serta penimbunan bahan pokok dan alat pelindung diri di samping itu pula terjadi peningkatan tindakan kriminalitas akibat pemenuhan kebutuhan di tengah pendemi COVID-19.

Bidang politik luar negeri

Revitalisasi antara Negara besar akan tetap berjalan serta pernyataan sikap saling menyalahkan, tuduh- menuduh dan rasa curiga seperti Amerika serikat menuduh Tiongkok sebagai pembuat COVID- 19. Dan peningkatan rasa tidak percaya institusi global dalam hal ini WHO dalam penaganan COVID-19. Perlu diketahui bahwa COVID-19 menjadi musuh kita bersama, musuh kemanusian,Tidak ada Negara yang bisa melawan COVID-19 sendiri, tidak adapun suatu kebijakan penanganan yang mutlak di terapkan oleh seluruh Negara.

Tren dunia tantangan dan peluang Indonesia:

Mendorong Indonesia, lewat Menteri luar negeri Indonesia, utuk selalu lebih aktif dalam mendorongk erjasama dalam menerangi pendemi COVID-19 Melalui diplomasi, kemenlu perlu menjamin ketersedian dan akses Indonesia terhadap akses akan obat- obatan, Alkes, serta vaksin. Pendemi COVID-19 menyadarkan dunia akan pentinya sector industry kesehata di samping itu undonesia perlu untuk selalu semakin meningkatkan sector kesehatannya lewat kerjasama riset dengan Negara-negara lainya, karena banyak Negara-Negara di era pendemi COVID-19 telah membatasi ekspor alat- alat kesehatan keluar negaranya. Oleh karena itu , industri obat-obatan dan alat kesehatan nasioal juga perlu untuk di kembangkan, baik untuk tujuan ekspor maupun dalam meningkatkan daya tahan Negara di tengah pendemi.

Pendemi COVID-19 telah mendorong peningkatan pengunaan teknologi digital, peneliti menyebutkan bahwa Negara yang memliki kesiapan akan teknologi digital dalam mengadopsi terutama di bidang ekonomi akan lebih kuat dalam menghadapi pendemi COVID-19.

SOLUSI DAN SARAN

Pemerintah Indonesia harus menjalin hubungan kerjasama dengan 11 negara sahabat, 12 organisasi internasional, 90 organisasi non-pemerintah dan swasta dari 15 negara, kerjasama bilateral dalam hak pemenuhan akan financial dan barang seperi:APD, Masker, dan alat-alat tes lainya.

Comment

Direkomendasi