by

Nyatakan Penghentian Aktifitas Tambang Nikel Kobar Harus Berdasarkan Aturan Hukum, Kapolres SBB Tegaskan Akan Proses Jika Aktivitas PT MPM Ilegal

-Ragam-326 views

PIRU,N25NEWS.com -Kapolres SBB, AKBP Tarida Bayu Butar-Butar S.Ik menegaskan, untuk menghentikan aktifitas tambang nikel PT Manusela Prima Mining harus ada pertimbangan hukumnya, pernyataan tersebut menyusul adanya desakan dari komunitas adat Hatutelu untuk menutup tambang yang berlokasi di Gunung Kobar, Dusun Taman Jaya, Petuanan Desa Piru.Kecamatan Huamual Belakang.

Menurut Kapolres yang ditemui di Mapolres SBB, Pada Kamis, (3/12/2020), sudah beberapa kali Polres SBB melakukan pertemuan mediasi dengan komunitas adat Hatutelu yang dipertemukan dengan kepala Desa Piru, dengan pihak perusahaan PT Manusela Prima Mining.

Menurut Butar- Butar, pertemuan terakhir terjadi saat komunitas adat Hatutelu melakukan aksi sasi areal Tambang Nikel di Gunung Kobar, Dusun Taman Jaya, pada Selasa, 20 Oktober lalu, karena aksi tersebut, pihak Polres SBB kemudian menggelar pertemuan yang melibatkan komunitas adat Hatutelu, Pihak Pemerintah Desa Piru dan Pihak Perusahaan yang berlangsung di Ruang Utama Mapolres SBB dihari itu.

Usai melakukan pertemuan mediasi itu, Butar- Butar mengungkapkan bahwa, pihaknya tidak berdiam diri, tetapi langsung melakukan langkah- langkah pengecekan legalitas perusahaan dan aktivitasnya, salah satunya adalah dengan berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan Maluku dengan langsung turun mengecek areal tambang tersebut.

” Kalau nanti ada laporan dari Dinas Pertambangan Maluku bahwa, aktifitas pertambangan tersebut telah keluar dari titik koordinat yang telah ditentukan, maka Polres SBB akan mengambil langkah berupa proses pembuktian.Kita tidak serta merta melakukan tindakan tetapi Kita akan memanggil pihak perusahaan untuk melakukan pemeriksaan” urai Butar- Butar.

Kapolres juga menegaskan, pihaknya akan menindak Perusahaan jika melakukan pelanggaran lewat proses pembuktian sesuai dengan aturan hukum dan Undang – Undang yaitu.UU Minerba No 3 Tahun 2020.
Penulis : Nicko Kastanja
Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi