by

Nyatakan Dana Korban Bencana Gempa Bumi 6,5 SR Masih Direkening BRI, BPBD SBB Siap Salurkan Setelah Syarat Administrasi Rampung

PIRU,N25NEWS.com – Adanya pemberitaan Dana Korban Bencana Gempa Bumi 6,5 SR yang melanda Kabupaten SBB pada periode September 2019 lalu, digelapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah SBB, ditepis oleh Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupten SBB, M Yusran Payapo S.Sos.,Pasalnya, menurut Yusran Dana Stimulan Korban Bencana Gempa Bumi itu masih berada di Rekening BRI .

Dalam pernyataan persnya dihadapan sejumlah wartawan media cetak , elektronik dan online di Kabupaten SBB, yang berlangsung di ruang kerjanya, Kantor BPBD Kabupaten SBB, Jalan Arteri, Kota Piru, Senin,(22/3/2010), Yusran yang didampingi oleh dua stafnya masing- masing, Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD SBB, La Ucu SH dan Kabid PLT Rehabilitasi dam Rekrontruksi, Marlin Mayaut SPi.menyatakan, Dana Stimulan Bencana Gempa Bumi itu masih berada di Bank rekening BRI dengan jumlah 34.943.500.000 dari sebelumnya 37 Milyar lebih.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD SBB, La Ucu, anggaran Dana Gempa Bumi yang sebelumnya berjumlah 37 Milyar lebih itu, sudah dibagi atas beberapa pos yang diperuntukkan bagi penanganan darurat, yakni sebanyak 2 Milyar untuk Dana Tunggu Hunian dan Bersih Rumah dimana untuk rumah kategori ringan, sedang dan berat berjumlah Rp 250.000 per KK.

Sementara PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana SBB juga menambahkan, jumlah penerima Bantuan Dana Stimulasi Bencana Gempa Bumi 6,5 SR yang melanda kabupaten SBB ini awalnya berjumlah 1500 KK tetapi setelah melakukan validasi data, dengan melakukan kroschek ke data catatan sipil hanya tersisa 1.326 KK pasalnya ada data KK ganda.

Karena pengurangan data tersebut dengan jumlah 1.326 KK, maka dana yang akan dialokasikan untuk membayar Dana stimulan Gempa Bumi 6,5 SR yang melanda Kabupaten SBB adalah Rp 30.943.500.000, sehingga sisa 4 Milyar dari 34.943.500.000 tersebut akan dijadikan dana tahap Kedua atau dikembalikan ke kas Negara.

Disingung mengenai kapan pencairan Dana itu, Yusran mengungkapkan, pihak BPBD SBB dalam Minggu ini sudah bisa mencairkan dana bantuan tersebut kepada para penerima, jika Para Penerima telah merampungkan administrasinya.

Ia menambahkan, dirinya telah mengkonfirmasi pihak provinsi dan pihak Provinsi menyarankan untuk melakukan pencairan jika administrasinya telah lengkap ” Pihak Bank sendiri telah siap untuk melakukan proses pencairan itu, karena itu itu Katong ( BPBD SBB) pung uang” tandasnya.

Disingung mengenai kendala pencairan, karena ada dugaan keterlambatan, La Ucu menjabarkan ada beberapa kendala yaitu, Masyarakat dalam menanggapi Dana Bantuan Gempa Bumi itu sikapnya antara percaya dan tidak percaya, kedua Permintaan Pemerintah Pusat untuk melengkapi syarat administrasi untuk KTP dan KK, tetapi terkadang KTP dan KK Masyarakat tidak lengkap padahal untuk bantuan ini pihaknya bekerja sama dengan Dinas Capil, PU PR dan Perumahan SBB.

Sementara Kabid PLT Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Marlin Mayaut S.Pi menandaskan, persyaratan dalam administrasi selain KTP dan KK adalah,surat pernyataan kesanggupan membangun, Keterangan Domisili, Kontrak kerja sesuai dengan Juklak No 6 Tahun 2019.

Yusran Payapo juga menkonfirmasi, terkait adanya pemberitaan soal pungli sebanyak Rp 100.000, untuk pengurusan pencairan dana tersebut, menurutnya isu tersebut tidak benar, pasalnya untuk pengurusan administrasi Pencairan Anggaran Dana Bantuan Gempa Bumi tidak dipungut biaya, hanya para penerima bantuan harus menyediakan biaya administrasi untuk beberapa meterai bagi surat- surat tersebut.

“Untuk biaya meterai tersebut Juknisnya ( Petunjuk Teknisnya) sudah tertuang di dalam RAB, karena Katong tidak punya biaya operasional, sehingga biaya tersebut dibebankan ke Penerima Bantuan” singkatnya

Dari informasi yang dihimpun, Dana tersebut disalurkan kepada Penerima Bantuan sesuai klasifikasi, Rusak Ringan Rp 10 Juta, Rusak Sedang Rp 25 Juta, Rusak Berat Rp 50 Juta.

Reporter : Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi