by

Mengutuk Pemboman Bunuh Diri Di Gereja Katedral Makassar, 3 OKP Muslim SBB Nyatakan Bom Bunuh Diri Tidak Sesuai Dengan Norma Agama Manapun

-Ragam-216 views

Piru- N25NEWS COM.Peristiwa Bom Bunuh diri yang dilakukan oleh suami isteri terduga teroris, yang dilakukan di Gereja Katedral di Makassar ( Sulawesi Selatan), pada Minggu ( 28/3/2021), mendapat kecaman keras dari Tiga OKP Islam di Kabupaten SBB.

Ketiga OKP itu masing – masing, Gerakan Pemuda ( GP) Anshor, Badan Komunikasi Pemuda Dan Remaja Masjid Indonesian (BKPRMI) , Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) dan juga Satkorcab Banser, Mereka sepakat untuk mengutuk aksi pengeboman bunuh diri itu, dan menyatakan dengan tegas bahwa, aksi terkutuk itu adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak sesuai dengan norma hukum dan norma agama manapun.

Ketua GP Ansor SBB, Thamrin Manasa meminta, seluruh komponen Masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan dengan kondisi – kondisi yang diciptakan oleh para pelaku teror, Ia berharap keharmonisan hidup basudara dan toleransi di Bumi Saka Mese Nusa tetap terjaga aman dan terjaga.

Manasa juga meminta pihak kepolisian, untuk mengusut tuntas aksi radikalisme yang tidak berprikemanusiaan ini sampai keakar-akarnya.

Sementara Ketua BPKRMI SBB, Sahrul Ahmad menyatakan, Masyarakat Indonesia dan SBB pada khususnya harus menjadi Masyarakat markamah yang terdidik sehingga perilaku radikalisme dan SARA tidak terjadi di wilayah tercinta ini.

Ketua JPRMI SBB, Yoman Mochtar menandaskan, perbuatan jihad dengan menyerang umat lain dan melakukan teror, adalah sangat dilarang agama, untuk Itu Ia meminta aparat kepolisian bertindak tegas para pelaku-pelaku terduga teroris tersebut.

Wardi Ninilouw, ketua Satuan Kordinator Cabang Banser SBB menyatakan, selain mengutuk keras Pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral di kota Makasar, juga meminta Masyarakat di Indonesia, dan khususnya di Kabupaten SBB untuk tidak terkontaminasi dengan info- info dan Masalah- masalah Radikalisme yang terjadi diluar dari Kabupaten Seram Bagian Barat.

Reporter : Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi