by

Kunjungan Mendes PDTT – RI Diharapkan Bantu Kendala BUMDes Negeri Tiga Batang Air

Eti,N25NEWS.com – Rencana kunjungan Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( PDTT)- RI , Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd ke salah satu Negeri tiga batang air di Kabupaten SBB, diharapkan akan mendatangkan solusi bagi permasalahan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes)di Negeri itu, hal ini disampaikan pejabat Desa Eti, Hermanus Tuhuteru saat ditemui di Eti, Jumat, (29/1/2020).

Menurut Tehuteru, hasil kekayaan alam dari Negeri Eti yang akan dikembangkan pada BUMDes Ina ama adalah kopra, cengkih dan ikan teri, namun kedua hasil pertanian, yakni kopra dan cengkih saat ini menghadapi kendala, dimana untuk pemasaran dua jenis komoditi tersebut tidak memuaskan.

Pasalnya, harga kedua komoditas tersebut dipasaran masih jatuh, karena itu pihak BUMDes Ina Ama masih memilih untuk menahan dan tidak menjual hasil bumi itu.

“Kami tidak bisa menjualnya saat ini karena harga pasaran turun, karena kalau menjual maka kami pasti mengalami kerugian, tapi nanti setelah harganya naik baru kami jual,” kata Tuhuteru.

Pejabat Desa Eti ini mengharapkan, kunjungan Menteri Desa dan PDTT dapat memperhatikan pengembangan wilayah Eti yang sangat potensial baik dilaut untuk pengembangan perikanan tangkap maupun didarat, sehingga ada pengembangan usaha Masyarakat yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa maupun meningkat ekonomi Masyarakat.
Selain itu, Tuhuteru juga menginginkan adanya bantuan- bantuan pemberdayaan dari Pemerintah Pusat yang bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Sementara secara terpisah, tokoh Pemuda Desa Eti, Kaleb Risaputty mengungkapkan, Desa Eti yang memiliki sembilan Dusun Petuanan ternyata memiliki wilayah laut yang luas, sehingga sebagian besar mata pencaharian Masyarakatnya adalah sebagai nelayan.

Untuk itu, Risaputty menandaskan potensi perikanan tangkap yang pertama adalah Bagang atau Rumpon Ikan, selain itu karena Desa Eti memiliki wilayah hutan bakau juga harus dikembangkan kerambah dan Sero tangkap.

Sementara untuk wilayah darat, tokoh Pemuda ini mengakui Desa Eti dikenal sebagai daerah penghasil pohon aren, yang kemudian diusahakan oleh Masyarakat menghasilkan minuman keras jenis sopi.

Menurutnya, salah satu alasan Masyarakat lebih cenderung untuk menghasilkan minuman sopi ke ketimbang produk lainnya adalah, karena nilai ekonomis dari minuman keras tersebut, padahal di lain sisi minuman keras ini sering membawa dampak yang tidak baik bagi keamanan.

Karena itu, Risaputty berharap ada inovasi baru dari produk pohon aren tersebut, yaitu gula aren dan kolang- Kaling, selain itu ada juga potensi Pariwisata dari spot dan resor wisata di Dusun Petuanan Desa Eti yang belum digarap secara maksimal.

Penulis : Nicko Kastanja
Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi