by

Kritik Belajar Online, DPC PDIP SBB Minta Kadis Pendidikan Bentuk Inovasi Belajar Di Tiap Desa

-Ragam-624 views

PIRU,N25NEWS.com – Ancaman penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang melanda Dunia dan seluruh pelosok di Tanah Air hingga ke Provinsi Maluku, menyebabkan Pemerintah RI menetapkan negara ini sebagai Daerah Pandemi Corona, untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona tersebut, maka seluruh aktivitas di kantor instansi pemerintah maupun swasta, sekolah dan peribadatan langsung dihentikan .

Sebagai solusinya, Pemerintah kemudian menggunakan pola kerja dari rumah, Work From Home untuk Kantor Instansi Pemerintah, sementara pihak sekolah juga mengadopsi pola tersebut dengan melakukan pembelajaran secara online/ belajar daring dari rumah.

Pola belajar dari rumah secara online/ daring tersebut, juga dilakukan oleh sekolah- sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat, pola belajar ini menuai kritik dari Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC ) PDI-Perjuangan SBB, Ferry Kasale S.Pd.

Menurut Kasale yang ditemui di Piru, Sabtu, (9/5/2020),menyatakan, cara belajar online/ daring dari rumah-rumah siswa itu hanya dapat berjalan dengan baik, jika Kabupaten SBB telah terakses jaringan internet secara baik.

Selain itu, Kasale menyatakan tidak setiap peserta didik memiliki orang tua yang berasal dari kalangan yang mampu, yang dapat membeli sarana penunjang dalam belajar daring tersebut, semisal Laptop maupun HP Android .

Ia juga menyampaikan, bahwa siswa yang masih pada tingkat level bawah seperti PAUD, SD hingga SMP, cenderung telah terbiasa dengan metode belajar tatap muka langsung, sehingga ketika kembali ke metode belajar secara online tentu sangat berat .

Suatu hal yang menjadi perhatian Kasale adalah, perkembangan pembentukan kemampuan afektif, sikap dan nilai anak akan cepat terbentuk saat proses belajar tatap muka langsung di sekolah, sehingga lewat belajar online atau daring kemampuan afektif, sikap dan nilai Anak akan sulit berkembang , sehingga berimplikasi pada moral Anak.

Kasale menilai persoalan ini dianggap sepele oleh Dinas Pendidikan SBB, karena itu dirinya menganggap Kadis Pendidikan tidak memiliki inovasi dan hanya fokus pada kegiatan- kegiatan seremonial semata.

“Bayangkan kalau keadaan ini terus berlanjut, tanpa Kita tahu kapan masa Pandemi Corona ini akan berakhir, maka dapat dipastikan bahwa Dunia Pendidikan SBB akan semakin terpuruk”cetusnya.

Kasale menyarankan, Kadis Pendidikan SBB dapat melakukan inovasi- inovasi belajar dengan mengoptimalkan kreativitas para guru di setiap jenjang pendidikan, sehingga Mereka dapat benar-benar proaktif meskipun di masa Pandemi Corona ini.

Karena menurutnya, para Guru tetap mendapatkan gaji dan tunjangannya karena itu Mereka harus tetap konsisten dan konsen, terhadap tugasnya yaitu mendidik dan mencerdaskan Generasi Penerus Bangsa.

Dalam meresponi pendidikan di masa Pandemi Corona ini, maka DPC PDIP SBB memberikan tiga solusi yakni, – Pertama, meningkatkan monitoring terhadap evaluasi fungsi terhadap pimpinan sekolah dan dewan guru, sehingga kadis Pendidikan SBB dapat memastikan betul proses belajar mengajar dapat tetap terlaksana dalam bentuk rasional dan kontekstual, Kedua ,perlu adanya kerjasama Pemerintah dan Stakeholder Pendidikan di Desa dan Tokoh Agama dengan membentuk relawan Pendidikan, untuk mempermudah pola belajar anak-anak di tiap Desa .

Ketiga, pembentukan Perpustakaan Mini di setiap Desa, dan Dusun yang didalamnya disediakan modul- modul pendukung pembelajaran yang terintegrasi sehingga mempermudah siswa dalam mengerti materi ajar.

Kasale menandaskan, ketiga solusi ini diharapkan, dapat membantu meningkatkan kinerja proses belajar mengajar di masa Pandemi Corona ini, agar kestabilan proses pendidikan dapat terus terjaga sehingga kualitas dari Generasi Muda SBB dapat terus dipertahankan hingga dapat Mereka dapat memiliki masa depan gemilang dalam menggapai cita-cita.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi