by

Ketua MJ GPM Elohim Piru : Ibadah Rumah Kesempatan Keluarga Lakukan Perenungan Dengan Tuhan

-Ragam-308 views

PIRU,N25NEWS.com -Setelah di sejumlah daerah di tanah air berjatuhan korban akibat serangan virus Corona, maka Pemerintah Pusat Kemudian mengeluarkan himbauan untuk tidak melakukan kegiatan- kegiatan yang berpotensi pada pengumpulan Massa, karena itu, kegiatan di kantor-kantor sekolah dan rumah ibadah juga dihentikan sementara dan dialihkan ke rumah- Rumah.

Terkait penerapan ibadah di rumah tersebut ,maka media ini langsung mengkofirmasi Ketua Majelis Jemaat GPM Elohim Piru, Pdt Ira Panussa S. Si di kediamannya, pada Jumat, (3/4/2020).

Menurut Panussa, himbauan untuk menghentikan sementara ibadah di Gereja adalah bukan larangan bagi umat untuk tidak beribadah, tetapi panggilan Gereja bersama Pemerintah untuk melakukan pencegahan terhadap penularan Virus Corona secara masif.

Ia menjelaskan, Ibadah yang diselenggarakan di rumah- rumah menggunakan liturgi dari GPM yang di distribusikan oleh majelis jemaat ke tiap sektor, sehingga ibadah tetap berjalan seperti biasanya tetapi berlangsung di rumah- rumah jemaat, selain sebelum masuk dalam jam ibadah pada pukul 8.30 dan 19.30 WIT biasanya diputar lagu-lagu persiapan ibadah.

Menurutnya ibadah yang berlangsung di rumah- rumah juga ada sisi positifnya,yakni dalam hal partisipasi anggota keluarga, karena dengan ibadah yang diselenggarakan dirumah maka seluruh anggota keluarga harus turut serta termasuk anak-anak, tetapi kalau ibadah di Gereja maka ada kalanya suami atau istri tidak datang.


Panussa menyatakan, sebelum dikeluarkan himbauan untuk tidak melakukan pengumpulan massa Jemaat GPM Piru pernah melakukan ibadah dengan pola social distancing, dimana jarak antar setiap jemaat diatur, hanya kendalanya adalah masih saja ada jemaat yang menduduki bangku yang telah dikosongkan sebagai pembatas, tapi saat itu prosedur untuk masuk dan beribadah di Gereja hanya lewat cuci tangan, belum ada bilik sanitasi dan rapid tes serta pemakaian masker.

Terkait anggapan bahwasanya dengan ibadah di rumah maka persekutuan umat jadi lemah, Panussa menepis hal tersebut, pasalnya nilai persekutuan itu harus dibangun dari keluarga,”Bagaimana orang mau membangun persekutuan yang besar kalau persekutuan dalam keluarga masih belum benar,” cetusnya.

Panussa menandaskan, ibadah di Gereja maupun rumah tetap saja bermakna, tetapi dalam situasi ini sebenarnya setiap keluarga punya banyak kesempatan untuk ada dalam renungan dengan Tuhan.

“Minggu kemarin misalnya, saat ibadah Minggu berlangsung tenang tidak banyak kendaraan yang berlalu- lalang di jalanan, sehingga suasana perenungan keluarga dengan Tuhan sangat mendukung ” jabarnya.

Selain itu Panussa menyatakan, dengan beribadah dirumah maka pokok- pokok doa dari setiap keluarga langsung disampaikan kepada Tuhan.

Pesan dari Pendeta ini kepada umat paska bencana Gempa Bumi dan diikuti oleh ancaman Virus Corona adalah, bahwa selama hidup di Dunia, maka Umat harus tahu bahwa tidak akan berhenti untuk mendapatkan tantangan dalam bentuk apa saja, karena disitulah justru iman Kita diuji.

“Gempa Bumi dan ancaman Virus Corona adalah ancaman diluar kemampuan kita, karena itu sedapat mungkin Katong bijak dan mencegahnya.”tandasnya.

Panussa menandaskan, satu hal yang pasti, disaat menghadapi ujian Tuhan yang mendatangkan ketakutan dan kecemasan, Kita sebagai umat percaya harus tetap berharap pada Tuhan, dengan meminta pertolongan dan perlindungan atas ujian ini. Karena lewat ujian ini , sekaligus menguatkan iman Kita supaya tidak mudah jatuh ke dalam dosa.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi