by

Kesulitan BBM Di SBB,Deperindag Minta Pengecer Tidak Naikan Harga

-Ragam-488 views

PIRU,25NEWS.COM-Para pengemudi roda du,roda empat di Kota Piru Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan sekitarnya saat ini kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis premiun dan pertalite,belum lama ini.

Kelangkaan premium dan pertalite di kota kabupaten SBB itu,sejak hari jumat tanggal 9 lalu,hingga saat ini kehabisan pasokan BBM di Piru itu,disebabkan putusnya jembatan wai kaka yang berada di desa Elpaputi yang menghubungkan kabupaten SBB dan kota Masohi yang merupakan terminal BBM.

Yosias Akollo salah seorang pengemudi motor ojek di Kota Piru yang lagi mencari premium untuk motornya tapi sangat susah,bahkan untuk mendapatkan minyak 2 liter saja harus antri berjam-jam.

“Saya antri dari tadi soalnya sekarang minyak sulit,kita tidak bisa narik ojek lagi,kalau dapat antri hingga berjam-jam,”ungkap Akollo.

Sementara itu,Bernadus Kissya salah seorang penjual minyak di Kota Piru mengatakan kesulitan BBM saat ini dipengaruhi oleh putusnya jembatan wai kaka hingga transportasi Masohi tidak bisa terhubung ke kabupaten SBB.

“Ia saat ini BBM ada kesulitan sejak kemarin,ini kan di sebabkan putusnya jembatan wai kaka,”kata Kissya.

Sementara itu pihak Pemerintah Daerah melalui Deperindag kabupaten SBB telah melakukan langka koordinasi dengan PT.L.Nussa di kabupaten Maluku Tengah (Masohi) untuk dapat memasukan pasokan BBM berupa premium dan pertalite ke SBB untuk selanjutnya dibagikan kepada pengecer di Kota Piru dan sekitarnya,lewat jalur Taniwel.

Hal ini disampaikan Kepala Desperidag Kabupaten SBB Drs.Soleman Kibas kepada awak media di Kota Piru.

“Saat ini kita koordinasi dengan PT.L.Nussa untuk memasukan BBM ke SBB dan sekarang minyak sudah masuk ke PMS dan akan dibagikan ke para pengecer,ujar Kibas.

Ia memastikan juga bahwa tidak akan ada pengecer yang menjual BBM dengan harga yang tidak sesuai dengan harga enceran tertinggi (HET).

“Saya pastikan para pengecer harus menjual dua jenis minyak BBM ini sesuai HET yakni Rp.10.000,jika ada pengecer yang menjual diluar HET maka sanksi ijin usaha penjualan minyak enceran dicabut oleh Desperidag,”tandas Kibas.

Sumber:Humas Pemda SBB

Comment

Direkomendasi