by

Keluhkan Persediaan Obat, Ortu Pasien RSU Piru Sebut Transport Lebih Mahal Dari Obat

-Kesehatan-422 views

PIRU,N25NEWS.com -Salah satu orang orang tua Pasien RSU Piru, Joseph Marthen Hatumena mengeluhkan ketersediaan obat-obatan dari Rumah Sakit tersebut, pasalnya Rumah Sakit yang menjadi ikon kabupaten Seram Bagian Barat itu, tidak memiliki stok persediaan obat sehingga para pasien yang berobat di RS tersebut harus membeli obat di Apotek.

“Saya sebagai Pegawai Negeri Sipil, menyesali pengobatan di Rumah Sakit itu, karena Anak Saya yang sakit Buang- buang air atau diare kok, obat, cairan infus dan jarum suntik harus dibeli di Apotek, berarti Rumah Sakit besar ini obat-obatnya kemana?”Kata Hatumena saat ditemui di Piru, Senin, (10/2/2020).

Menurutnya, dengan membeli obat ke Apotek,berarti para pasien harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, bahkan terkadang biaya transportasi lebih tinggi dari biaya obat tersebut.

“Masa untuk biaya obat yang harganya Rp 10.000, sampai Rp 15.000 Katong harus bayar ongkos ojek pulang – pergi bisa sampai Rp 20.000.”kritiknya.
Karena persoalan ini, maka Hatumena meminta pimpinan Daerah maupun pusat agar dapat melihat permasalahan tersebut.

Hatumena menyatakan, dirinya sudah menemui Direktur RSU Piru, dr John Frangky Selanno untuk membicarakan masalah tersebut, dan jawabannya adalah sebagai Direktur yang baru saja menjabat di RS Piru itu, Selanno menyatakan, dirinya sedang melakukan pembenahan terhadap masalah ketersediaan obat tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Hatumena menyatakan, persoalan ini harus dapat perhatian serius, pasalnya jika kasus yang sama terjadi pada Masyarakat miskin maka akan sangat membebani Mereka.

“Saya sebagai PNS saja merasa susah, bagaimana kalau terjadi pada Masyarakat miskin” imbuhnya.
Bahkan menurut Hatumena, keluhan yang sama juga dialami pasien BPJS, meskipun sudah membayar iuran tetapi obatnya harus tetap dibeli di Apotek.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi