by

Ini Penjelasan PIC Perusahaan Siwalima Bumi Sejahtera Terkait Kerjasama Penanaman Benih Padi Trisakti Dengan Petani Gemba

Gemba,N25NEWS.com – Kerjasama penanaman padi Trisakti yang dilakukan Petani sawah di Desa Gemba, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB, dengan perusahaan Siwalima Bumi Sejahtera adalah kerjasama perorangan, bukan melalui kelompok Tani atau Gapoktan dengan perjanjiannya adalah satu kali masa tanam, hal ini disampaikan oleh Indra Ruray PIC Siwalima Bumi Sejahtera, Cabang Gemba.

Menurut Indra yang ditemui di Gemba, pada Kamis, (18/3/2021)perjanjian antara perusahaan dengan para petani itu, tidak ada unsur pemaksaan sama sekali, dimana perusahaan akan memberikan modal berupa bibit padi, obat dan pupuk serta keperluan lainnya kepada petani untuk mulai bercocok tanam.

Selain modal bibit dan pupuk dan obat , untuk pengolahan lahan juga perusahaan memberikan uang sewa alat pertanian, untuk menggarap lahan ,menanam dan memanen, yakni handtraktor, mesin tanam dan combein.
Karena semua modal awal untuk bertani dan prosesnya merupakan modal dari perusahaan, maka untuk pembagian keuntungan adalah 70% untuk perusahaan dan 30 % untuk petani, dan yang dibeli atau yang diambil dari petani adalah dalam bentuk gabah kering panen bukan beras, sehingga para petani sudah tidak ada kendala lagi untuk pemasaran berasnya.

Terkait pembagian 70:30 persen, Indra menyatakan, pembagian itu sudah cukup bagus karena Petani jangan hanya menghitung pembagianb 70-30 tersebut, tetapi hitung angka riil uang yang diperoleh para petani dari kerjasama itu, yakni dengan menghitung berapa pendapatan normal petani per hektar sebelum kerjasama dan berapa pendapatan normal petani sesudah kerjasama.

” Karena sebelum kerjasama untuk satu hektar sawah para petani panennya hanya rata- rata 5-4 ton, bahkan juga menurun 3-4 ton , tetapi dengan kerjasama dan menggunakan benih Trisakti maka panen padi per hektar bisa mencapai 8-16 ton, angka 16 ton didapat jika kondisi cuaca mendukung sekali, tetapi kalau tidak maksimal hanya 14 hingga 15 ton saja” urai Indra.

Menurutnya, dengan realitas tersebut ini membuktikan bahwa hasil padi Trisakti bukan hanya menunjukkan kualitas beras yang bagus saja, tetapi juga kuantitas atau jumlah hasil panen padi yang meningkat.

“Jadi untuk kualitas dan kuantitas, Kita sudah menjaganya sejak dari sawah ( proses penanaman padi ), sampai panen, penggeringan dan penggilingan, yaitu intinya Kita punya Standar Operasi Pelaksanaan ( SOP), semua Petani pegang SOP dari situlah kita sudah punya jadwal, kapan Kita nyemprot, kapan Kita pupuk, karena proses ini akan menentukan hasilnya kedepan,” jabar Indra.

Menurut Indra penentuan jadwal yang tepat akan menentukan hasilnya, karena biasanya kendala di tingkat petani adalah, saat saatnya pemupukan atau penyemprotan karena keterbatasan modal maka Mereka masih menunggu dananya cair sehingga terlambat dalam prosesnya, alhasil akan berpengaruh pada kualitas hasil panen.

Disingung mengenai target luasan lahan yang akan bekerja sama antara perusahaan Siwalima Bumi Sejahtera dengan dengan Petani di Gemba, Indra mengungkapkan, kerjasama ini masih dilakukan Secara berjenjang, pasalnya hingga saat ini luasnya lahan petani yang sudah bekerja sama masih mencapai 17 Hektar.

“Kita belum bisa kontrol semua, maka untuk itu Kita lakukan berjenjang dulu, selain itu untuk merubah mindset petani juga tidak bisa segampang itu, karena manusia kan pemikirannya kan berbeda-beda, walaupun sudah untung kadang bilang belum untung, jadi mungkin Kita tanam beberapa kali dulu biar Mereka ( Petani ) bisa jadikan patokan untuk yang lain juga” urainya

Bahkan untuk membuktikan keuntungan dari benih Trisakti tersebut, Indra Ruray juga tidak segan – segan turun tangan, dimana Ia menyewa lahan pertanian , Petani Gemba untuk melakukan cocok tanam padi sendiri, intinya supaya Masyarakat Petani bisa melihat sendiri keuntungan dari hasilnya dibandingkan dengan petani mandiri.

“Untuk perkembangan kedepannya Saya jamin lebih baik, karena Pemda Provinsi Maluku mendukung program ini dalam rangka mendukung Program Nasional ketahanan pangan terutama di masa Pandemi Covid-19 ini “cetusnya.

Reporter : Nicko Kastanja)

Comment

Direkomendasi