by

Harus Libatkan Komite, Kadis Pendidikan Persilahkan Wartawan Awasi Pengelolaan DAK Di Sekolah

-Edukasi-719 views

PIRU,N25NEWS.com -Mengkonfirmasi Pekerjaan DAK SD Kristen Waisamu yang tidak melibatkan Komite Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB, Sam Sangadji menegaskan, untuk pengerjaan Dana Alokasi Khusus untuk sekolah-sekolah harus melibatkan komite sekolah, karena itu pihak komite sekolah jangan hanya berdiam diri kalau tidak dilibatkan dalam pekerjaan DAK di sekolah.

“Harus dilaporkan, karena itu Katong bentuk P2N, jadi fungsi Dinas dalam hal ini adalah mengawasi pekerjaan DAK di sekolah-sekolah apa sesuai Juknis ka seng, jadi kalau Dong tidak lakukan sesuai juknis Katong bisa lapor Dong Ke Polisi “cetusnya.

Sangadji yang ditemui di Piru, pada Kamis, (14/11/2019) menambahkan, fungsi pengawasan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB adalah perpanjangan tangan dari Kementrian, dimana Pemerintah Pusat mengalokasikan Dana DAK ke sekolah dan penanggung jawabnya adalah sekolah tersebut, untuk itu Dinas Pendidikan dan Media harus sama-sama melakukan pengawasan.

Menurutnya, seperti kejadian yang terjadi di Pulau Buano, dimana pengerjaan DAK di sekolah tersebut tidak melibatkan Komite sekolah, karena itu, dirinya turun melakukan pemantauan sampai ke Pulau Buano, selanjutnya melakukan pemanggilan Kepsek Sekolah tersebut dan menyatakan bahwa rekomendasi dari Dinas Pendidikan tidak akan dikeluarkan sebelum pihak sekolah melibatkan komite.
“Rekomendasi seng akan keluar, kalau sekolah tidak panggil komite lalu rapat dan menentukan P2N”imbuhnya
Sangadji menegaskan , saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat melakukan sosialisasi Pengelolaan Dana Alokasi Khusus bidang Pendidikan yang berlangsung di Aula Hotel Amboina, Piru, pada Rabu (11/9), yang menandatangani kontrak DAK adalah Pihak komite Sekolah , Kepala sekolah dan mengetahui dirinya selaku Kadis Pendidikan SBB.

Sehingga yang menjadi pertanyaan, merujuk pada persoalan pengelolaan DAK SD Kristen Waisamu, siapa dari Pihak Komite Sekolah yang menandatangani kontak DAK SD Kristen Waisamu?? pasalnya dari pernyataan Komite sekolah SD Kristen Waisamu, Abraham Tetehuka yang adalah satu-satunya komite di sekolah tersebut menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam pekerjaan itu, mulai dari Sosialisasi Pengelolaan DAK di Hotel Amboina itu hingga saat ini..

Disingung mengenai jumlah Anggaran yang digelontorkan untuk pengerjaan SD Kristen Waisamu itu, Kadis menganjurkan, ke sekolah tersebut dan melihat di Papan Proyek Sekolah tersebut, padahal dari telusuran di lapangan sekolah itu tidak mencantumkan papan Proyek DAK tersebut.

Karena itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB ini mengungkapkan, inilah yang selama ini terjadi di SBB, dimana pihak pengelola DAK bekerja tidak transparan, “ini yang dari dulu itu, Dong seng transparan akang lalu Dong atur-atur sendiri saja” imbuhnya.

Karena itu, Kadis mempersilahkan Media untuk melakukan pengawasan terkait pengelolaan Dana DAK tersebut, ” silahkan Wartawan bantu Katong lai, sebenarnya Katong punya biaya pengawasan ada, tetapi kalau Wartawan mau bantu Katong (Dinas Pendidikan)lebih bagus lai, supaya lebih mudah toh, supaya Katong juga bisa dapat data toh”cetus Kadis.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi