by

Hari Pandu Laut Nusantara, SMAN3 Kairatu Pungut Sampah &Lomba Karya Ilmiah

-Edukasi-189 views

PIRU-N25NEWS.COM. Peringati Hari Pandu Laut Nusantara ke-2 tahun 2019, pihak SMA Negeri 3 (SMANTIG) Kairatu, menggelar kegiatan aksi pungut sampah dan lomba literasi tentang pantai dan laut.

Dua kegiatan itu dilaksanakan secara bergilir dalam sehari.
Berlangsung di Pantai Redal Negeri Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram bagian Barat, Senin (19/8/2019).

Pantauan wartawan dilapangan, untuk aksi pungutsampah, melibatkan seluruh
warga SMANTIG Kairatu yang berjumlah kurang lebih 300 orang. Terdiri dari para
pendidik, Pegawai Tata Usaha serta para siswa-siswi. Aksi bersih-bersih
lingkungan dari sampah tersebut, difokuskan pada wilayah pesisir pantai dan laut disepanjang kampung Latu.

Ada sekitar 600 Kg sampah organik maupun non organik yang berhasil dikumpulkan dalam aksi itu. Sumbernya berasal dari sampah buangan warga
sekitar serta sampah yang hanyut terbawa arus air laut. Pasca dikumpulkan pada beberapa tempat, sampah-sampah itu, kemudian di bakar.

Sementara untuk kegiatan lomba literasi, digelar khusus hanya untuk para siswa
mulai dari kelas sampai kelas tiga, dalam lomba literasi ini, setiap peserta, wajib membuat satu buah karya tulis ilmiah dengan tema pantai dan laut dalam kurun waktu 60 menit.

Karya tulis tersebut, kemudian wajib dipresentasikan di hadapan seluruh peserta Pandu Laut Nusantara, selanjutnya dilakukan penilaian oleh para juri. Hasil dari lomba literasi ini, keluar sebagai pemenang juara I adalah Putri Kirani Kilkusa merupakan siswa kelas XI Jurusan Matematika dan Ilmu alam. Judul tulisan yang diangkat adalah “Lindungi Pantaiku”.
Sedangkan juara II dan III diraih oleh Anisa Kalbiani Patimurra dan Gamar ukratallo. Keduanya mengambil judul “Mengenal Sistim Kehidupan Terumbuh Karang serta Pemanfaatan Lamun Sebagai Sumber Daya Terbarukan”.

Kepala SMANTIG, Ahmad Wakanno saat diwawancarai perihal kegiatan tersebut,
dia mengatakan, aksi bersih-bersih sampah dan lomba literasi tentang pantai dan laut yang digelar pihaknya, merupakan salah satu bentuk support terhadap program “Cinta Laut” yang dicanangkan oleh Kementerian Keluatan dan Perikanan RI melalui pembentukan organisasi Pandu Laut Nusantara.

Menurut Wakanno, kegiatan yang digelar pihaknya itu, tidak dilakukan begitu saja. Melainkan sudah dijadikan sebagai agenda rutin tahunan yang telah masuk
dalam dokumen kurikulum khusus di SMANTIG. Dan hal itu telah berjalan sejak tahun 2018.
“Kegiatan seperti ini, sudah kami lakukan untuk kali ke-dua.

Kami lakukan pertama kali itu pada tahun 2018. Itu bersamaan dengan dibentuknya organisasi Pandu Laut Nusantara oleh ibu menteri kelautan dan perikanan. Dan yang kami lakukan ini, tidak hanya sebatas sebagai sebuah wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam rangka melindungi pantai dan laut dari pencemaran sampah serta perbuatan tangan-tangan jahil masyarakatsaja. Tapi ini juga merupakan tuntutan kurikulum yang ada sekolah kami,” Ungkapnya.

Disinggung soal karya literasi yang dilombakan, Wakanno menjelaskan, prosesnya berkelanjutan. Artinya, setiap tulisan yang dihasilkan oleh siswa dalam lomba tersebut, wajib dikembangkan dalam bentuk artikel atau cerita pendek yang lebih detail. Selanjutnya karya-karya itu, diikut sertakan pada lomba berskala nasional seperti lomba literasi menulis buku di sekolah.

Dia berharap, adanya kegiatan tersebut, semoga tidak hanya memberikan dampak positif dalam hal mengasah intelektualitas serta daya kritis siswa terhadap pencemaran lingkugan saja. Tapi juga, semoga bisa berimplikasi terhadap kesadaran masyarakat agar senantiasa melindungi laut dan pantai dari aksi pengrusakan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Reporter : Rully/Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi