by

Dukung Kegiatan Perlindungan Anak, Peksos Dampingi Panti Cairkan Dana Rehabilitasi Sosial

-Ragam-381 views

PIRU,N25NEWS.com -Untuk mendukung Kegiatan Perlindungan Anak di Desa-Desa, maka Pekerja Sosial(Peksos) Perlindungan Anak juga melakukan pendampingan terhadap Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), saat melakukan pencarian Bantuan Rehabilitasi Sosial Anak(BRSA) melalui Bank BNI-46.

Salah satu Pekerja Sosial ( Peksos) Perlindungan Anak, Rashid La Koko dalam rilisnya kepada media ini, Kamis, (9/1/2020) menyatakan bahwa, bantuan dari dari Kementerian Sosial-RI itu melalui dana APPN, kemudian Peksos bersama Pemerintah Daerah setempat dapat mengalokasikan bantuan dan memonitoring pemanfaatan dana tersebut.

Menurut Rashid La Koko, bantuan rehabilitasi sosial yang dicairkan secara menyeluruh di seluruh Indonesia itu, untuk Kabupaten SBB hanya kebagian jatah satu Panti, adapun prosedur nya adalah harus melalui mekanisme, sehingga Panti tersebut pada aplikasi SIKS NG dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

“Bantuan ini dirancang untuk menjangkau seluruh Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus(AMPK), Anak Jalanan, Balita, Anak Memerlukan Pengembangan Fungsi Sosial (AMPFS) yang tercantum dalam Data Terpadu, bantuan tersebut kepada Anak-Anak yang berada dalam pengasuhan panti maupun di luar panti yang memungkinkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensinya” jabarnya.

Nilai bantuan Dana Rehabilitasi Sosial Anak, adalah setiap anak mendapatkan Rp 1.000.000, dengan perincian, Rp 300.000 untuk bantu anak, sementara Rp.700.000 untuk Pengasuhan Anak, Dukungan Keluarga dan Terapi.

Dalam penjelasannya, kegiatan Bantu Anak dipergunakan untuk keperluan dukungan Anak bagi pemenuhan gizi, biaya kursus, kegiatan rekreatif dan kegiatan Anak lainnya sesuai kebutuhan.

Sementara untuk Pengasuhan Anak, adalah merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik bagi anak.

Dukungan Keluarga, dimaksudkan untuk penguatan kapabilitas dan tanggung jawab sosial keluarga guna meningkatkan keberfungsian sosial Anak dan keluarga atau keluarga pengganti.

Dukungan Keluarga dapat diberikan dalam bentuk : Penguatan kapabilitas dan tanggung jawab, keluarga melalui pelatihan pengasuhan, Pendampingan kepada keluarga Anak melalui kunjungan rumah, Penyelenggaraan kelompok bermain keluarga.

Untuk Terapi, Terapi dimaksudkan untuk mengoptimalkan fungsi fisik, mental spritual, psikososial, dan penghidupan berdasarkan hasil asesmen Pekerja Sosial untuk mendukung terapi tersebut.

Untuk Kabupaten SBB, hanya satu panti yang mendapatkan Bantuan Rehabilitasi Sosial Anak yaitu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Pelangi Kasih yang berlokasi di Desa Tihulale.

Menurut Rashid La Koko, pada pekan kemarin, Senin, (30/12/2019), Ia mendampingi Kepala Panti Pelangi Kasih(Tihulale), Merry Seska Rosely melakukan pencairan Dana Bantuan Program Rehabilitasi Sosial Anak kepada 34 Anak Panti tersebut, dengan nilai bantuan setiap anak Rp 1 juta rupiah.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi