by

Dugaan Penyimpangan DD & ADD Buano Utara, Nyatakan Akan Lakukan Riksus Laporan Kedua 18 Agustus, Kepala Inspektorat Sebut Pemeriksaan Tahap I Atas Permintaan Polda Maluku

PIRU,N25NEWS.com -Dugaan Penyimpangan Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD)dan Dana Desa (DD) Buano Utara 2019, yang memicu pelaporan Aliansi Pemuda Hena Puan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi I DPRD SBB pekan kemarin, juga mendapat respon dari Badan Inspektorat Daerah Kabupaten SBB.

Badan Inspektorat Daerah SBB, Drs. Abdullah Fakaubun yang ditemui usai.Upacara Peringatan Detik- detik Proklamasi -RI ke- 75 di Kantor Pemerintah Kabupaten SBB, Desa Morekau, Kota Piru, pada Senin, (17/8/2029) menyatakan, pihaknya akan melakukan Pemeriksaan Khusus ( Riksus ) pada laporan kedua dari Aliansi Pemuda Hena Puan , terkait Dugaan Penyimpangan Anggaran DD- ADD Buano Utara Tahun 2029 pada Selasa, (18/8/2020).

“Kemarin -kemarin, staf Saya sedang sibuk menghadapi kegiatan dan melaksanakan tugas pekerjaan yang cukup padat , karena itu besok ini, Selasa, (18/8/2920) sesuai dengan waktu yang telah disepakati DPRD SBB, Kita akan melakukan Riksus berdasarkan aduan ke dua” jelas Kepala Inspektorat.

Fakaubun mengungkapkan, saat pihaknya melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD SBB pada Sabtu, (15/8/2020), dirinya sempat ditanyakan terkait masalah penyelewengan Dana DD dan ADD Buano Utara tersebut.

Secara gamblang Kepala Inspektorat Daerah SBB ini menandaskan, pihaknya diperhadapkan pada dua hal , yang pertama adalah pekerjaan padat dari staf- stafnya , yang kedua adalah pihak Pemdes Buano Utara juga masih diperhadapkan dengan tuntutan pengembalian atas temuan khusus yang pertama.

Pasalnya, menurut Pria yang sebelumnya menjabat kadis ketahanan pangan ini , temuan khusus yang pertama itu berdasarkan permintaan Pemeriksaan Khusus (Riksus) dari Polda Maluku, karena itu, hasil Riksus dari Inspektorat Kabupaten SBB juga sudah sampaikan ke pihak Polda Maluku dan Kejaksaan.

“Nah Kita (Inspektorat SBB) sekarang lagi dorong Mereka( Pemerintah Desa Buano Utara) untuk segera selesaikan hasil temuan atas Riksus yang pertama, dengan demikian di situ kemudian masih memberikan interval waktu.”ungkap Fakaubun.

Menurutnya, pada surat penegasan pertama yang berjangka waktu 15 hari sudah terlewati, selanjutnya akan dilayangkan surat penegasan kedua dan ketiga.

Reporter : Niko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi