by

Dua Jembatan Di SBB Rampung, Arus Transportasi Normal Kembali

-Ragam-378 views

PIRU,N25NEWS.COM – Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang yang terjadi di kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, SeramBagian Timur dan Buru Selatan yang diperkirakan akan berlangsung dari Juni Hingga Agustus mengakibatkan terjadinya bencana yang merusak sejumlah Infrastruktur publik.
Kerusakan terparah dialami Kabupaten Seram Bagian Barat, hujan deras yang terjadi selama tiga hari hari berturut-turut mulai Rabu, (5/6) hingga Jumat,(7/6) telah merusak sejumlah jalan dan Jembatan di Kabupaten itu, persoalan ini makin runyam mengingat Kabupaten ini dilalui oleh jalan trans seram yang menghubungkan dua Kabupaten lainnya di Pulau Seram.

Adapun kerusakan yang terjadi adalah pada jembatan Wainari2 di Wasia-Sanahu, Kecamatan Elpaputi dimana kerusakan terjadi karena derasnya air sungai menyebabkan tiang penopang Jembatan menjadi bergesersehingga jembatan menjadi miring sehingga rawan bagi pengguna jalan yang melewatinya.
Sementara di Kecamatan Taniwel jembatan Waikaputih juga mengalami kemiringan karena persoalan yang sama, jembatan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat di kecamatan Taniwel karena menjadi penghubung kecamatan Taniwel dengan desa Hulung,Kasieh, serta kecamatan Taniwel Timur, maupun Desa Saka yang berlokasi di Kabupaten Maluku Tengah.

Penanganan terhadap kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan langsung direspon pihak Pemkab SBB, yakni Dinas Perhubungan SBB,Kepala Dinas Perhubungan SBB Peking Caling menyatakan Pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPTD wilayah XXIII supaya ditindaklanjuti oleh pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wil XVI Maluku dan Maluku Utara supaya ada penanganan lebih lanjut.

Menurutnya Pihak BPTD dan Tim BPJN telah meninjau titik lokasi bencana supaya ada penanganan terhadap kerusakan.

PU SBB Bangun Jembatan Darurat, BPJN Rampungkan

Sementara itu pihak Dinas PU SBB yang dikomandani Thomas Wattimena langsung turun melakukan pembenahan di lokasi bencana dengan mengerahkan alat-alat eksavator dan loader untuk melakukan normalisasi aliran air dan juga membangun jembatan darurat agar dapat dipakai oleh Masyarakat pengguna transportasi sehingga mengurangi kemacetan.

Pada Sabtu (8/6), Dinas PU Provinsi Maluku dan Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional(BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara beserta Satuan Kerjanya mulai melakukan perbaikan langsung pada dua jembatan yang rusak itu, yakni Wainari II di Desa Wasia -Sanahu dan Waikaputi ( Taniwel) dengan mengerahkan alat-alat berat lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun, pekerjaan dimulai dengan dilakukan pengalihan arus air ke sisi yang sungai yang ada bronjongnya kemudian dilakukan penimbunan pada tiang penyanggah jembatan,setelah itu tiang itu diluruskan kembali, sehingga jembatan dapat dikembalikan lagi ke posisi semula.
Hingga Minggu( 9/6) kerusakan kedua Jembatan Penghubung itu dapat diperbaiki hingga tuntas sehingga arus kendaraan antar kabupaten sudah mulai lancar kembali.

Bupati SBB Di Kecam Di Medsos.

Kerusakan sejumlah infrastruktur Jalan dan Jembatan akibat bencana di Kabupaten SBB itu, ditanggapi keras oleh Netisen di Media sosial.

Berbagai kritikan dan Kecaman diarahkan kepada Bupati SBB, ada yang menuding banjir yang menyebabkan oleh meluapnya kali Wainari2 adalah akibat dari masuknya Perusahan Kayu CV Titian Hijrah yang mengunduli hutan-hutan di Kawasan Teluk Elpaputih, bahkan ada yang meminta untuk tidak lagi mendatangkan investor ke SBB, ada juga yang menyayangkan Bupati tidak melakukan peninjauan ke titik-titik yang terkena bencana, sehingga slogan Kasi Bae SBB dipertanyakan.

Selain itu, aksi tanggap darurat dinas PU SBB dan kehadiran pejabat setempat seperti camat Elpaputih yang selalu terlihat di lokasi bencana tidak dianggap, miris.

Reporter :Nicko Kastanja

Editorb:Redaksi

Comment

Direkomendasi