by

DPRD Provinsi Maluku Nyatakan, Penuntasan Banjir Buano Berdasarkan Kajian Litbang SBB

-Ragam-319 views

PIRU,N25NEWS.com – Persoalan banjir langganan di Desa Buano Utara, memantik perhatian dari DPRD Provinsi Maluku, Tim DPRD Provinsi Maluku dibawah pimpinan Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, didampingi Ketua Komisi C, Anos Jermias, Asri Arman dan lainnya melakukan peninjauan ke lokasi Banjir Buano pada Selasa, (17/3/2020).
Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku, Anos Jermias saat ditemui di Amboina Hotel, Piru, pada Rabu, (18/3/2020) menyatakan, persoalan banjir langganan di Namaola (Buano Utara) tersebut sangat kompleks, karena itu, penanganan masalah banjir langganan di Buano Utara harus berdasarkan pada hasil pengkajian Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) SBB dan Badan Perencanaan.
Menurut Jermias, persoalan banjir langganan di Buano Utara adalah masalah yang telah berlangsung lama, karena itu perlu ada kajian kompleks untuk mengatasi masalah tersebut.
” Persoalan ini kalau hanya dibedah secara kasat mata, tidak akan pernah tuntas, karena itu DPRD Provinsi Maluku inginkan penyelesaian secara permanen” kupasnya.
Terkait pengkajian itu, Jermias menandaskan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Masyarakat dilokasi banjir itu, dari pertemuan tersebut Masyarakat menyetujui dilakukan pengkajian terhadap banjir langganan di Namaola itu, sehingga apapun hasil kajian yang akan dihasilkan nanti, Masyarakat setempat harus bisa menerimanya.
Disinggung mengenai solusi Relokasi, pria yang menjabat sebagai Pengurus PODSI Maluku ini menyatakan, solusi tersebut bisa menimbulkan perselisihan di dalam Negeri, pasalnya rumah warga yang telah ditinggali selama berpuluh-puluh tahun tidak bisa dipindahkan.
Terkait upaya penyedotan air dengan Mesin Alkon berdaya besar , pria yang biasanya disapa Bung Anos ini menyatakan, upaya tersebut tidak berguna, pasalnya perbandingan kemampuan mesin Alkon yang terbatas dengan banyaknya aliran air yang masuk dan mengepung pemukiman penduduk di Namaola terlalu drastis.
“Persoalan di Buano Utara tidak semudah yang Katong bicarakan, dan tidak sesimpel yang disuarakan banyak orang selama ini, kondisi di situ layaknya kuali besar, sehingga air yang datang bukan dari satu sudut saja tetapi dari semua sudut secara sporadis”jabarnya.
Menurut Jermias, Pemprov Maluku siap untuk membantu pendanaan penyelesaian secara permanen Bencana Banjir Langganan di Buano.
“Kalo seng siap kenapa Katong datang (tinjau), yang datang ini Kn qapitan ( Petinggi DPRD Maluku)semua, karena Kapitan ini maka harus terbukti” ujar Anos.(Nicko Kastanja)

Comment

Direkomendasi