by

Dari Sosilisasi Stunting Di Desa Waisarissa Kadis Kesehatan Sebut Jika Generasi Bodoh Maka Negara Akan Hancur

WAISARISA,N25NEWS.com – Dalam rangka mencegah kasus Stunting atau bayi kerdil karena kekurangan gizi di Desa Waisarissa maka Pemerintah Desa Waisarissa menggelar Kegiatan Sosialisasi pencegahan Stunting sekaligus Pemberian Gizi Ibu Hamil yang berlokasi di Balai Desa Waisarisa pada Rabu, (10/7/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Kabupaten SBB, Drs Moksen Pellu, Kadis Kesehatan SBB, dr Anies Tappang M.Kes, camat Kairatu Barat, Sarah Petronella Serpara BA, Pejabat Kepala Desa Waisarisa, Julius Paunno,berserta staf, bhabinkamtibmas Desa Waisarisa, Bripda Artafella, dan kader Posyandu serta Masyarkat Desa Waisarisa.

Saat membawakan materi Kepala Dinas Kabupaten SBB, dr Anies Tappang M.Kes memaparkan alasan utama Pemerintah melakukan intervensi pencegahan Stunting adalah, postur tubuh anak tidak berkembang, maka generasi akan menjadi bodoh sehingga mudah untuk dibodoh-bodohi oleh orang asing, maka negara akan hancur.

Menurut Tappang dampak daripada Stunting, adalah selain otak anak tidak berkembang saat dewasa postur tubuhnya menjadi rusak dan cenderung miring sehingga mudah terpapar penyakit-penyakit degeneratif seperti, hipertensi, Diabetes Melitus, Jantung,stroke.

“Karena anak-anak yang sudah mencapai diatas dua tahun jika dicecoki terus maka Dia tidak akan bertambah tinggi secara signifikan tetapi cenderung melebar dan gemuk sehingga berisiko terkena penyakit hipertensi, stroke, jantung, DM,”ujar Tappang.

Kadis Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat ini menjelaskan, pemberian gizi pada masa kehamilan yakni selama 20 minggu sangat baik karena pada saat itu sebelum dimulai proses pembangunan tubuh calon bayi dimulai,yakni pembangunan otak dan tulang maka gizi yang diberikan adalah gizi mikro yaitu vitamin,NE, asam folat yang merupakan turunan dari vitamin B kompleks, dan kalsium untuk pembentukan tulang, sementara untuk gisi makronya adalah, protein dan lemak dan karbohidrat.

Kadis yang aktif pada kegiatan Pemuda Gereja ini menjabarkan, menurut teori Bloom derajat kesehatan manusia ada ada dipengaruhi oleh empat faktor yakni faktor genetik atau keturunan pengarunya hanya 10%, setelah itu pelayanan kesehatan 20%,kemudian lingkungan bersih seperti jamban dan sanitasi, 40 persen, dan yang terakhir adalah perilaku hidup 30 %.

Prilaku hidup terdiri atas 3 bagian yaitu pola makan, pola asuh dan pola hidup bersih.

Pola makan yang benar lauk pauk 30%, sayuran dan Buah 30%, Karbohidat 30%,susu 10%,untuk lauk pauk ada terdiri dari protein hewani Ikan telur dan daging-dagingan, sementara untuk protein nabati ada tempe dan tahu.

Menurut Tappang berdasarkan survei Pemerintah Masyarakat Indonesia cenderung kurang mengkonsumsi protein hewani,misalya di daerah jawa lebih banyak orang mengkonsumsi tempe dan tahu, tetapi kita di Maluku bersyukur karena ada banyak ikan.

Pola asuh adalah memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu sebelum dan selama masa kehamilan tentang kesehatan dan gizi, inisiasi menyusui dini yakni begitu bayi lahir maka bayi itu ditaruh di dada Ibunya supaya ada kontak bathin antara Ibu dan Anak kontak bathin psikologis sehingga sang Anak akan bergerak sendiri mencari puting susu Ibunya dan aspek pelayanan kesehatan yang baik, misalnya membawa anak ke Posyandu dan imunisasi.

Pola hidup bersih, meliputi akses air bersih dan sanitasi jamban, anjuran untuk anak-anak cuci tangan pakai sabun, sehingga anak-anak tidak terkena diare.
Sementara Pejabat Kepala Desa Waisarisa, Julius Paunno saat ditemui usai kegiatan menyatakan, pada periode ini program desa Waisarisa lebih di prioritaskan pada pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa sehingga nantinya anak -anak dari Desa ini setelah menuntut ilmu dapat kembali membagun Desa ini.

“Untuk membangun manusia Indonesia yang unggul maka Kita mulai dari pelayanan kesehatan dasar dulu, bagaimana Kita memberikan pengetahuan kepada Ibu-Ibu untuk memberikan asupan gisi yang benar buat calon bayi selama masa kehamilan dan masa pertumbuhan Bayi.”cetusnya.

Paunno menandaskan untuk peningkatan SDM Desa Waisarisa, pihaknya juga berencana untuk memberikan Beasiswa bagi anak-anak Waisarisa yang sedang menempuh studi di luar Daerah.

Reporter : Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi