by

Bersamaan Tahapan Pemilu, Potensi Rawan Ops Ketupat Siwalima 2019 Kompleks.

-Ragam-327 views

PIRU,N25NEWS.COM – Apel gelar Pasukan Operasi Ketupat  Siwalima 2019  yang laksanakan Polres SBB, berlangsung dilapangan upacara  depan Polres SBB pada  Selasa,(28/5-2019).

Mengusung tema  melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Siwalima 2019, Kita Tingkatkan Sinergi POLRI dengan Instansi Terkait dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Perayaan Idul Fitri 1440 H”, kegiatan itu dihadiri oleh, Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan S.Ik, didampingi Wakapolres SBB, Kartono Maubere, Perwira Penghubung  (Pabung) Kodim 1502 Masohi, Mayor Inf.D Mado, Bupati SBB, Drs Moh Yasin Payapo M.Pd, Kepala Kejaksaan Negeri( Kejari) Piru, Syamsidar Monoarfa SH.

Dalam kegiatan itu, Kepala Satuan Samapta Res SBB, AKP J De Fretes tampil sebagai Perwira , sementara IPTU J Nuniary sebagai komandan Apel, adapun pasukan yang terlibat mengikuti apel itu adalah:  Platon Perwira Res SBB,  Platon Personil Koramil 1502-7 Piru, Platon Personil Brimob, Platon Personil Sat Samapta Res SBB,  Platon Personil Sat Lantas Res SBB, Platon Personil Gabungan Staf Res SBB, Platon Personil Gabungan Sat Res-Intel,  Regu Dinas Perhubungan Kab. SBB, Regu Satpol PP Kab. SBB.

Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan S.Ik saat membacakan amanat Kapolri, Jenderal Polisi Prof H Muhamad Tito Karnavian, Ph. D menyatakan, Operasi Ketupat Tahun 2019 digelar selama 13 Hari mulai Rabu,( 29 /5) sampai dengan  Senin (10/6 ), operasi  ini digelar bersamaan dengan tahapan Pemilu 2019 sehingga membuat potensi kerawanan yang dihadapi  penyelenggara operasi semakin kompleks.

Sebanyak 34 Polda dengan 11 Polda prioritas, yaitu Polda Metro  Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatra Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Bali, dan Polda Papua dilibatkan dalam operasi ini , sementara personel yang terlibat sebanyak  160.335 personel gabungan, terdiri atas 93.589 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel  Kementerian dan Dinas terkait, 11.720 personel Satpol PP, 6.913  personel Pramuka, serta 16.076 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Karena itu,   akan  digelar 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 174 Pos Terpadu, dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada  pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Objek pengamanan dalam  Operasi Ketupat Tahun 2019, antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.

Kapolres menyampaikan, Analisis dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2018 menujukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik, dimana Koordinasi dan kerja sama sinergis seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2018 juga mendapatkan apresiasi positif dari publik,hal tersebut ditandai dengan tidak adanya aksi serangan teror, dapat ditekannya gangguan kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun aksi intoleransi dan kekerasan, serta terpeliharanya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Keberhasilan juga diwujudkan dengan kelancaran arus mudik dan arus balik berkat ketersambungan Tol Trans Jawa dari Banten hingga Jawa Timur, ketepatan strategi dalam manajemen rekayasa lalu lintas, serta capaian aspek keselamatan berlalu lintas, berupa penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia hingga 37%.

Polri didukung TNI dan seluruh  pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, akan bekerja keras dan mengerahkan segenap sumber daya dalam pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019

Kapolres menandaskan,Berbagai upaya cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Tahun 2019 juga telah dilaksanakan dengan baik. Selain itu,berbagai infrastruktur pendukung juga telah dipersiapkan secara optimal oleh Pemerintah.

Dalam kaitan tersebut, Apel Gelar Pasukan ini diselenggarakan secara serentak, mulai dari tingkat Markas Besar hingga ke Polres jajaran. Ada 2 tujuan yang hendak  dicapai dari pelaksanaan apel gelar pasukan ini Pertama, apel gelar pasukan diselenggarakan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, dan seluruh aspek operasi, termasuk sinergisitas dan soliditas komponen penyelenggara. Kedua, apel gelar pasukan diselenggarakan dengan maksud untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi kepada publik, sehingga akan menumbuhkan ketenangan, rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Untuk mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, Kapolres menyampaikan beberapa perhatian untuk menjadi pedoman, sebagai berikut: Persiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi, hal tersebut bertujuan agar operasi dapat terselenggara dengan sukses, aman, dan lancar,  Terus pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan

operasi kepada publik, sehingga akan menumbuhkan ketenangan, rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Untuk mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, Kapolres menyampaikan beberapa perhatian untuk menjadi pedoman, sebagai berikut: Persiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi, hal tersebut bertujuan agar operasi dapat terselenggara dengan sukses, aman, dan lancar,  Terus pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan operasi,Terus jaga dan pelihara soliditas dan sinergisitas seluruh komponen penyelenggara operasi,Hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat mencederai keberhasilan pelaksanaan tugas serta  Laksanakan setiap penugasan dengan penuh semangat, kebanggaan dan tanggung jawab, demi keberhasilan pelaksanaan operasi.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor :Redaksi

Comment

Direkomendasi