by

Bantah Lakukan Pengusiran, Ini Penjelelasan Kabag Humas & Protokol SBB

PIRU,N25NEWS.COM – Kabar pengusiran wartawan saat melakukan peliputan pelepasan Kafilah SBB untuk mengikuti MTQ XXVIII , Tingkat Provinsi Maluku di Kabupten Buru pada Selasa lalu, (11/6-2019) dibantah oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler SBB, Josep Sapasuru.
Sapasuru menyatakan, kejadian yang terjadi hanyalah miskomunikasi oleh oknum Wartawan tersebut.

“Pemda SBB tidak menghalangi atau mengusir wartawan yang meliput pelepasan kontingen MTQ. Itu hanya kesalahpaham, buktinya ada wartawan yang meliput acara sampai selesai,” bantahnya.

Sapasuru menandaskan, Pemda SBB selama ini tidak alergi atau tidak suka dengan wartawan pasalnya Pemda sangat menyadari bahwa wartawan adalah mitra kerja, hanya ada oknum wartawan yang terkesan cari-cari masalah.

“Pemda dan wartawan adalah mitra kerja, hanya Kami merasa ada sejumlah oknum wartawan yang menulis berita tanpa konfirmasi balik, jelas” Sapasuru.

Keterbukaan Pemda SBB terhadap peliputan wartawan, dibuktikan dengan hadirnya sejumlah wartawan saat melakukan kegiatan peliputan pelepasan Kafilah SBB itu, para Jurnalis yang hadir dalam kegiatan itu adalah, kontributor RRI SBB, Jan Laiyan, Kontributor TVRI Maluku, Wahid Hukul, dan wartawan produktif dari media online Koran Pemberitaan Korupsi (KPK), Verry Jacob dan Kontributor Siwalima, Ibrahim Suneth.

Sebelumnya, diberitakan seorang Wartawan Media online atas nama Fitra Suneth diusir dari acara pelepasan Kafilah SBB yang akan mengikuti MTQ XVIII Di Kabupeten Buru yang berlokasi dilantai 3 Gedung Pertemuan Utama Kantor Bupati SBB, Desa Morekau, Piru.

Dari telusuran Informasi yang diterima media ini, Fitrah yang sedang melakujan peliputan kegiatan saat membuat video rekaman ditegur dari salah satu staf Humas Pemkab SBB dengan suara tinggi dan disuruh keluar.

Karena perlakuan ini dikabarkan fitrah bersama beberapa rekan jurnalis SBB akan melakukan laporan polisi, ke Polres SBB.

Reporter:Nicko Kastanja

Editor :Redaksi

Comment

Direkomendasi