by

Antisipasi Krisis Pangan,PDIP Dorong Pemda SBB Alokasikan Anggaran Covid Berdayakan Pangan Lokal

-Politik-363 views

PIRU,N25NEWS.com -Dampak dari Pandemi Corona di Kabupaten SBB, sangat berimbas pada perekonomian Masyarakat, karena adanya himbauan untuk Masyarakat untuk tetap berdiam dirumah menyebabkan, Mereka tidak bisa menjalankan pekerjaan yang biasanya digeluti setiap hari.

Jenis pekerjaan seperti , buruh, tukang ojek ,sopir, pedagang asongan ,karyawan swasta, Petani dan Nelayan merasakan dampaknya sehingga beban hidup mereka makin berat.

Menurut Sekretaris DPC PDIP SBB, Ferry Kasale S.Pd yang ditemui di Piru, Jumat, (15/6/2020) menyatakan, meskipun Pemkab SBB memberikan bantuan sosial berupa sembako dan nantinya juga berupa uang tunai untuk meringankan beban hidup beberapa bulan kedepan, namun bantuan itu tidaklah seberapa dibandingkan dengan kebutuhan hidup masyarakat yang sesungguhnya.

Menurut Pantauan Kasale dilapangan, hingga saat ini penyaluran sebagian bantuan- bantuan tersebut belum dapat terlaksana akibat harus melalui mekanisme normatif, mulai dari validasi data penerima, pengusulan dokumen perubahan anggaran disetiap tingkatan sehingga harus melalu tahapan- tahapan yang panjang barulah Anggaran- anggaran tersebut dapat direalisasikan.

Tentunya dengan prosedur yang cukup menyita waktu ini, dapat menimbulkan pendapat yang beragam di Masyarakat, karena Masyarakat harus menahan penderitaan karena menunggu proses selesai, dilain sisi, Pemberi bantuan juga harus betul- betul valid dalam melakukan pendataan penerima bantuan, agar tidak terjadi masalah baru akibat pemberian bantuan yang salah sasaran dikemudian hari.

Menurut Kasale, berbagai persoalan yang berpotensi akan memunculkan masalah dikemudian hari ini, sudah semestinya dikelola dengan benar oleh Pemkab SBB, salah satu solusinya adalah upaya Pemerintah Daerah dalam penyediaan stok pangan lokal lewat pemberdayaan para petani lokal.

” Anggaran Alokasi Pemerintah Daerah yang menyentuh angka yang fantastis, yakni Rp. 50 Milyar itu, selain untuk BLT juga harus difokuskan pada penyediaan stok pangan lokal” anjurnya.

Menurut Kasale, penyediaan stok pangan lokal sangat urgen mengingat hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan Pandemi Corona ini akan berakhir, sementara secara Nasional, Pempus juga belum bisa memastikan stok pangan Nasional dapat bertahan hingga berapa lama.

Karena itu, Pemerintah Daerah sebaiknya konsen mendorong para petani lokal kita untuk menyiapkan lahan pertanian bagi penyediaan kebutuhan pangan lokal yang tepat bagi Masyarakat SBB, untuk itu Pemda harus melakukan identifikasi penyediaan bibit dan anakan yang tepat bagi pola konsumsi Masyarakat SBB.

” Artinya Pemda sudah sangat siap dari Aspek ketersediaan pangan ketika dihapakan pada kondisi krisis pangan seperti ini, selain itu ada pemberdayaan bagi para Petani” jelas Kasale.

Secara kritis Kasale menyoroti, pola pemberian bantuan sosial tidak bisa dijadikan sebagai solusi, karena cara ini hanya akan membat Masyarakat hidup bergantung pada pemberian yang secara kuantitas jumlah bantuannya tidak cukup.

Karena itu, Masyarakat harus diberdayakan oleh Pemerintah Daerah dengan cara mengoptimalkan Masyarakat Petani, untuk menggarap tanaman pangan lokal kita, yang pastinya akan sangat membantu dan Masyarakat juga akan tetap diberdayakan.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi