by

Buka Keterisolasian, DPRD & Pendidik Sesali Penolakan Pembangunan Tower di Anauni

-Ragam-528 views

PIRU,N25NEWS.com – Anggota DPRD SBB, Hitimala Yudin menyesali sikap sejumlah kepala soa yang menolak pembangunan tower Telkomsel di Dusun Anauni , Pulau Buano Kecamatan,Huamual Muka, Kabupaten SBB.

Hitimala lewat rilisnya yang dikirim ke media ini, Senin , (10/2/2020) menandaskan, sebagian besar wilayah Buano masih terisolir oleh akses telekomunikasi, tetapi anehnya masih saja ada penolakan pembangunan tower Telkomsel yang disebabkan karena kendala hibah lahan.
Anggota DPRD dari Fraksi Hanura ini menerangkan bahwa, untuk pembangunan Tower ini adalah bantuan dari BTS yang bersumber dari Kementrian Kominfo, bukan tower yang dikelola oleh pihak swasta.
“Kalau pihak swasta ada proses transaksional, disitu memang ada ganti rugi lahan, tetapi kalau bantuan BTS, persyaratan utamanya adalah hibah lahan dari Masyarakat” cetusnya.

Menurut Hitimala, esensi dari pembangunan Tower Telkomsel di Dusun Anauni adalah untuk kepentingan akses telekomunikasi Masyarakat, membuka transformasi dan informasi, selain itu wilayah Anauni memiliki potensi wisata yang harus dikembangkan sehingga membutuhkan akses telekomunikasi.
“Ini berkaitan dengan posisi Dusun Anauni yang berdekatan dengan Selat Valentein, yang memiliki pemandangan indah dan nilai wisata sejarah” cetusnya.
Seperti diketahui, Selat Valentein di SBB, selain memiliki pemandangan Alam yang indah, juga memiliki cerita bernilai sejarah, dimana pada saat Zaman Perang Dunia II tempat ini dijadikan tempat persembunyian Kapal- Kapal Perang milik Sekutu dari ancaman Pemboman Pesawat -Pesawat milik Jepang, karena itu spot ini sangat cocok untuk menjadi area Destinasi wisata.

Terkait hibah lahan, Hitimala menyatakan, meski menghargai wilayah soa dan rel- rel petuanan, tetapi Masyarakat diminta untuk tidak menitikberatkan pada masalah uang semata, tetapi pembangunan bagi kemajuan Daerah yang harus diutamakan.

Salah satu figur muda di legislatif SBB ini menguraikan, sebelumnya ditahun 2019 telah dibangun Tower Telkomsel di Dusun Hahua, di tahun 2020 ini, ada dua lokasi yang mendapat jatah pembangunan tower Telkomsel yakni di Dusun Pasir Panjang dan Ananuni, hingga saat ini persoalan Administrasi di Dusun Pasir Panjang telah rampung, hanya saja di Dusun Anauni yang masih terkendala.

Pentingnya akses telekomunikasi di Dusun Ananuni, Desa Buano Utara, itu juga diungkapkan oleh salah satu Pendidik, Risno Wally yang mengungkapkan bahwa, demi kepentingan komunikasi dengan Anak- Anak Mereka yang sementara menjalani studi di Ambon, banyak orang tua dari Dusun Anauni rela berjalan kaki ke Dusun Hahua untuk bertelepon.

Bahkan pada malam hari, karena akses jalan kurang baik, banyak orang tua yang melakukan perjalanan laut dengan mesin Katinting atau mesin Johnson untuk kepentingan tersebut.

Wally menyatakan, sesbenar persoalan pembagunan Tower sebagai akses telekomunikasi sangat urgen bagi pendidikan, terutama pada pengembangan program K13, dimana segala administrasi dan keperluan sekolah harus diurus oleh sekolah itu sendiri.

Selain itu, segala informasi tentang perkembangan Dunia pendidikan tidak dapat diakses oleh para guru di Dusun tersebut,”jangankan perkembangan di Indonesia atau di Maluku, perkembangan di Kabupaten saja Kita tidak tahu ” cetusnya.

Wally juga mengungkapkan, hingga saat ini sekolah di Anauni tidak ada kepala sekolahnya karena semua kepala sekolah yang akan ditempatkan di sana menolak penempatan tersebut dengan alasan tidak ada jaringan telekomunikasi.

Reporter : Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi